PONTIANAK, RUAI.TV – Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak bersama panitia pelaksana menggelar ritual adat tampukng tawar, muang singkaro, dan basaruk sumangat usai menyukseskan perayaan adat dan budaya Naik Dango III Kota Pontianak Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, Selasa (26/5/2026).
Panitia melaksanakan ritual tersebut sebagai upaya memulihkan semangat jiwa dan raga para pengurus serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan secara aman dan lancar.
Imam sekaligus panyangahtn, F. Murjani D dari Desa Tonang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak, memimpin langsung prosesi adat. Ketua DAD Kota Pontianak Yohanes Nenes, Ketua Panitia Naik Dango III Vandrektus Derek, serta sejumlah tokoh adat turut menghadiri kegiatan tersebut.
F. Murjani D menjelaskan bahwa ritual basaruk sumangat dan muang singkaro memiliki makna penting dalam memulihkan semangat perjuangan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat adat Dayak.
“Ritual ini bertujuan mengembalikan semangat para pengurus dan panitia yang telah berjuang untuk masyarakat adat, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia menegaskan, prosesi adat tersebut juga menjadi simbol penguatan hak dan kewajiban hukum adat guna menjaga keamanan, kedamaian, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Selain itu, tampukng tawar dalam ritual melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat adat Dayak. Setiap persoalan, menurutnya, tetap diselesaikan melalui musyawarah adat dengan mengedepankan semangat kolaborasi.
“Inti adat terletak pada pemakatan dan kebersamaan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci menjaga persatuan,” katanya.
Ritual ini sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan Naik Dango III Kota Pontianak Tahun 2026 yang dinilai berhasil mempererat persaudaraan lintas etnis, memperkuat pelestarian budaya Dayak, serta menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat di Kota Pontianak.















Leave a Reply