Arsip

Dari Gagasan ke Realisasi: Panglima Jilah Kunci Lahan Dayak Center di IKN

Panglima Jilah bertemu Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono di Kalimantan Timur. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

KALTIM. RUAI.TV – Langkah konkret menuju pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya memasuki fase penting. Panglima Jilah mengunci pilihan lokasi seluas 14,6 hektare setelah pertemuan strategis bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, pada 8 April 2026.

Keputusan ini mempertegas arah perjuangan panjang masyarakat adat Dayak dalam menghadirkan pusat kebudayaan di jantung Indonesia. Panglima Jilah terus mengawal gagasan Dayak Center sejak awal kemunculannya pada 2019.

Ia pertama kali menyampaikan ide tersebut saat peringatan ulang tahun keramat Patih Patinggi di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Saat itu, ia menegaskan pentingnya pusat budaya Dayak sebagai simbol identitas sekaligus ruang pelestarian nilai adat dan kearifan lokal.

Advertisement

Perjuangan tersebut berlanjut pada 29 November 2022 dalam agenda Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di Rumah Radakng, Pontianak. Dalam forum itu, Panglima Jilah menyampaikan gagasan langsung kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Ia menekankan kebutuhan mendesak akan kehadiran Dayak Center di IKN sebagai bentuk pengakuan terhadap eksistensi masyarakat adat Dayak. Respons positif dari Presiden Joko Widodo saat itu memperkuat harapan masyarakat Dayak.

Komitmen dukungan dari pemerintah pusat membuka jalan bagi realisasi gagasan yang telah lama diperjuangkan. Panglima Jilah tidak berhenti pada pernyataan dukungan semata. Ia terus bergerak memastikan janji tersebut berujung pada langkah nyata.

Pada 5 Maret 2026, Panglima Jilah bersama tim kembali menemui Joko Widodo di Solo. Pertemuan itu mempertegas komitmen kedua belah pihak sekaligus mempercepat proses tindak lanjut. Panglima Jilah memanfaatkan momentum tersebut untuk memastikan pembangunan Dayak Center tidak berhenti sebagai wacana.

Upaya itu membuahkan hasil saat pertemuan dengan Kepala Otorita IKN pada 8 April 2026. Dalam forum tersebut, Basuki Hadimuljono menawarkan dua opsi lahan untuk pembangunan Dayak Center. Panglima Jilah langsung mengambil sikap tegas dengan memilih lokasi seluas 14,6 hektare sebagai kawasan pembangunan.

Gambar: Panglima Jilah bahas Lokasi Dayak Center di IKN bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. (Foto/ruai.tv)

Dalam keterangannya, Panglima Jilah menegaskan konsistensi perjuangannya sejak awal. “Pertemuan dengan Kepala Otorita IKN ini adalah tindak lanjut dari gagasan saya tentang Dayak Center yang sudah saya sampaikan pada saat acara Bahaupm Bide Bahana TBBR di Rumah Radakng, Pontianak tanggal 29 November 2022, dan juga hasil pertemuan saya dengan Bapak Joko Widodo di Solo pada tanggal 5 Maret 2026 lalu. Ini adalah komitmen yang terus saya kawal agar benar-benar terwujud,” tegas Panglima Jilah.

Setelah menentukan pilihan, Panglima Jilah bersama rombongan langsung menuju lokasi bersama Basuki Hadimuljono. Peninjauan lapangan tersebut memperlihatkan keseriusan semua pihak dalam mempercepat realisasi pembangunan.

Langkah ini membuka babak baru dalam perjuangan masyarakat Dayak. Panglima Jilah berhasil membawa gagasan dari ruang diskusi menuju tahap implementasi. Ia menunjukkan kepemimpinan kuat dalam mengawal aspirasi masyarakat adat hingga mencapai titik strategis.

Pembangunan Dayak Center tidak hanya menghadirkan bangunan fisik. Proyek ini membawa misi besar untuk memperkuat identitas, menjaga warisan budaya, serta memperluas pengakuan terhadap masyarakat adat Dayak dalam pembangunan nasional.

Dengan penguncian lahan dan dukungan pemerintah, peluang terwujudnya Dayak Center kini semakin dekat. Masyarakat Dayak menaruh harapan besar agar pusat kebudayaan ini kelak menjadi simbol kebanggaan sekaligus pusat peradaban Dayak di ibu kota negara baru.

Lihat Juga:

 

Advertisement