Arsip

Dirjen Migas Evaluasi Langsung Pasokan BBM dan LPG di Kalbar

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, melakukan monitoring ke Integrated Terminal Pontianak. (Foto/Kementerian ESDM)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Antrean kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir. Warga juga melaporkan kesulitan memperoleh LPG tabung 3 kilogram di tingkat pangkalan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) merespons kondisi tersebut dengan melakukan evaluasi langsung terhadap pasokan dan distribusi BBM serta LPG di Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, melakukan monitoring ke Integrated Terminal Pontianak pada Selasa (17/2). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memeriksa kesiapan stok, sistem distribusi, serta langkah percepatan penyaluran ke wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Sintang.

Advertisement

“Kami hadir langsung di Pontianak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dan solusi yang cepat,” kata Laode.

Berdasarkan data infrastruktur energi regional, Kalimantan Barat memiliki dukungan fasilitas berupa Integrated Terminal Pontianak, Fuel Terminal Sintang, dan Fuel Terminal Ketapang. Jaringan distribusi mencakup 151 SPBU, 116 agen LPG tabung 3 kilogram, serta 4.280 pangkalan LPG tabung 3 kilogram.

Regional Kalimantan memiliki kapasitas penyimpanan BBM sekitar 526.479 kiloliter dan kapasitas LPG sekitar 7.720 metrik ton. Fasilitas tersebut menopang distribusi energi di wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya.

Dalam evaluasi lapangan, Ditjen Migas mencatat sejumlah kendala operasional yang memengaruhi kelancaran distribusi. Tidak beroperasinya jobber di wilayah Sanggau serta pendangkalan alur Sungai Melawi menghambat penyaluran BBM ke beberapa daerah, termasuk Sintang.

Laode menyampaikan bahwa Ditjen Migas bersama badan usaha penugasan melakukan langkah mitigasi untuk mempercepat penyaluran. Langkah tersebut meliputi optimalisasi suplai dari Integrated Terminal Pontianak, pengerahan tambahan armada mobil tangki dari wilayah lain, serta penguatan sumber daya manusia pada titik distribusi.

“Kami memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia. Langkah mitigasi terus berjalan untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak. Koordinasi perlu terus kita perkuat agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara optimal,” ujar Laode.

Secara keseluruhan, wilayah Kalimantan memiliki sekitar 739 unit mobil tangki BBM dan 104 unit skid tank LPG yang melayani distribusi energi. Armada tersebut mendukung penyaluran ke masyarakat dan sektor industri.

Selain itu, tim juga menyiapkan empat titik peristirahatan tambahan guna menjaga kelancaran mobilitas armada mobil tangki dalam proses distribusi.

Ditjen Migas menyatakan terus memantau perkembangan distribusi di lapangan serta melakukan koordinasi dengan badan usaha terkait untuk memastikan percepatan normalisasi pasokan.

Monitoring langsung oleh Direktur Jenderal Migas berlangsung di tengah laporan masyarakat mengenai antrean panjang kendaraan di SPBU dan terbatasnya ketersediaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang.

Pemerintah melalui Ditjen Migas menargetkan percepatan distribusi dapat mengembalikan kondisi pasokan BBM dan LPG di Kalimantan Barat ke tingkat normal dalam waktu sesingkat mungkin melalui optimalisasi infrastruktur, armada, dan koordinasi antarinstansi terkait.

Advertisement