SUKADANA, RUAI.TV – Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Kayong Utara untuk terus merawat toleransi, menjaga kerukunan, serta memperkuat nilai kebangsaan melalui sinergi bersama pemerintah daerah.
Ajakan tersebut ia sampaikan sebagai upaya menciptakan pembangunan yang berlandaskan akhlak, persatuan, dan gotong royong.
Romi menyampaikan pesan itu saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dan Harlah ke-80 Muslimat NU yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Ranting Muslimat NU se-Kayong Utara, santunan anak yatim piatu, serta beruwah masal.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Minggu (8/01/2026). Dalam sambutannya, Romi menegaskan pentingnya peran NU sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman masyarakat Kayong Utara.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kayong Utara untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Mari kita jaga kondusivitas, kita rawat toleransi, dan kita bangun daerah ini dengan semangat gotong royong,” kata Romi di hadapan pengurus dan kader NU.
Ia menilai NU memiliki kekuatan moral dan sosial yang mampu menyejukkan kehidupan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada fisik, tetapi juga pada karakter dan keharmonisan sosial.
“Secara pribadi dan atas nama pemerintah daerah, saya menitipkan pesan yang paling jujur, yaitu Kayong Utara butuh peran NU. Kami butuh kesejukan dakwah para kiai, semangat kemandirian ekonomi kader muda NU, serta doa-doa tulus para kiai dan santri agar daerah kita selalu dilindungi dan diberkahi,” ujarnya.
Romi juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Ranting Muslimat NU se-Kabupaten Kayong Utara yang baru saja dilantik. Ia mendorong Muslimat NU agar langsung bergerak menjalankan program yang sejalan dengan arah pembangunan daerah.
“Ibu-ibu Muslimat adalah tiang negara. Saya berharap Muslimat NU segera menjalankan program kerja yang mendukung pendidikan karakter, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ekonomi kreatif keluarga,” tegas Romi.
Selain agenda organisasi, Romi mengapresiasi kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim dan piatu. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi ciri khas NU.
“Kepada anak-anakku sekalian, jangan pernah merasa sendiri. Kalian adalah bagian penting dari masa depan Kayong Utara. Teruslah belajar, berdoa, dan bermimpi setinggi mungkin,” ucapnya.
Romi berharap momentum peringatan Harlah NU dan Muslimat NU tersebut mampu memperkuat ukhuwah, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa upaya merawat toleransi menjadi kunci utama untuk mewujudkan Kayong Utara yang religius, damai, dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.















Leave a Reply