Arsip

Pemkab Kubu Raya Fokuskan Pembinaan Anak Usai Insiden Molotov di SMPN 3 Sungai Raya

Bupati Kubu Raya, Sujiwo meninjau SMP Negeri 3 Sungai Raya pasca insiden Bom Melotov. (Foto/truai.tv)
Advertisement

KUBU RAYA, RUAI.TV – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menaruh perhatian serius terhadap penanganan anak di bawah umur yang terlibat dalam insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya.

Kasus tersebut tidak hanya diproses secara hukum, tetapi juga diarahkan pada pembinaan mental, sosial, dan psikologis agar masa depan anak tetap terselamatkan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan penanganan perkara sepenuhnya berada dalam kewenangan kepolisian. Pemerintah daerah memilih mendukung proses hukum sekaligus memastikan negara hadir memberikan perlindungan kepada anak yang masih berstatus pelajar.

Advertisement

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, yaitu kepolisian. Namun karena yang bersangkutan masih di bawah umur, negara juga wajib hadir untuk memberikan pembinaan,” kata Sujiwo, kepada awak media, Jumat (6/2).

Pemerintah kabupaten menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pendalaman menyeluruh terhadap latar belakang sosial anak, kondisi keluarga, hingga faktor psikologis yang diduga memicu peristiwa tersebut. Langkah ini dinilai penting agar penanganan tidak berhenti pada sanksi, melainkan menyentuh akar persoalan.

“Anak ini harus kita selamatkan. Kami akan dalami apa motifnya dan faktor-faktor yang menyebabkan kejadian ini,” ujar bupati.

Selain itu, bupati merencanakan kunjungan langsung ke keluarga pelaku guna memastikan kondisi kesehatan dan ekonomi mereka. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan berkelanjutan agar anak tetap memperoleh hak pendidikan serta pembinaan karakter.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial. Menurutnya, lemahnya kepekaan sekitar sering membuat gejala masalah pada anak tidak terdeteksi sejak dini.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap lingkungan. Kepedulian sosial harus kita bangkitkan kembali,” tegasnya.

Terkait aktivitas pendidikan, pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 3 Sungai Raya kembali berjalan normal pada awal pekan depan. Guru diminta meningkatkan pengawasan dan kepekaan terhadap karakter serta perubahan perilaku siswa.

“Minggu depan proses belajar sudah normal kembali, dan guru diminta lebih peka terhadap karakter siswa,” tambah Jiwo.

Sementara itu, pihak SMP Negeri 3 Sungai Raya menepis isu perundungan yang sempat beredar pasca insiden tersebut. Guru memastikan tidak ada praktik pembulian terhadap siswa yang terlibat, termasuk terhadap siswa bernama RZ yang disebut-sebut dalam pembicaraan masyarakat.

Sekolah melakukan penggalian informasi bersama seluruh tenaga pendidik dan memastikan lingkungan belajar tetap kondusif. Pengawasan perilaku siswa terus diperkuat untuk mencegah kekerasan verbal maupun nonverbal di lingkungan pendidikan.

Menanggapi isu bully, Bupati Kubu Raya menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk perundungan di sekolah.

“Kalau bully itu sudah jelas kita lawan keras dan tidak boleh terjadi. Berdasarkan hasil penggalian dari bapak ibu guru, tidak pernah ada bully terhadap RZ,” katanya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh para guru SMPN 3 Sungai Raya yang secara serempak memastikan tidak ada tindakan perundungan di sekolah.

“Insya Allah tidak,” ujar salah satu guru, disambung guru lainnya, “Tidak,” dan kembali ditegaskan, “Insya Allah tidak.”

Sekolah bersama Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah juga mendorong langkah preventif melalui penguatan pendidikan karakter, nilai toleransi, serta komunikasi intensif antara guru, siswa, dan orang tua. Upaya ini diarahkan agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang aman untuk tumbuh secara mental dan sosial.

Insiden molotov tersebut menjadi peringatan penting bagi semua pihak agar pengawasan terhadap anak dan lingkungan pendidikan diperkuat. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap kolaborasi antara aparat, sekolah, orang tua, dan masyarakat mampu mencegah kejadian serupa sekaligus memastikan setiap anak tetap memperoleh masa depan yang lebih baik.

Advertisement