KETAPANG, RUAI.TV – Gelombang dugaan keracunan makanan massal mengguncang Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang. Peristiwa tersebut tidak hanya menyerang siswa, tetapi juga menimpa guru serta petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bergerak cepat meninjau dan menangani para korban yang dirawat di Puskesmas Marau, Jumat, 6 Februari 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, menyampaikan jumlah korban yang tertangani mencapai ratusan orang dari berbagai unsur pendidikan dan pelaksana program.
“Saat ini kami di Kecamatan Marau, tepatnya Puskesmas Marau, sedang menangani terduga akibat konsumsi makanan sejumlah 340 orang, terdiri dari SD 9 orang, SMP 144, SMA 73, SMK 101, petugas MBG 6 orang, serta guru 7 orang,” ujar dr. Feria.
Lonjakan pasien terjadi cepat. Data sebelumnya mencatat 162 orang pada Kamis sore, meningkat menjadi 227 orang pada malam hari, lalu bertambah hingga 340 orang dalam waktu kurang dari 24 jam. Situasi tersebut memaksa tenaga kesehatan bekerja ekstra agar pelayanan tetap berjalan optimal.
dr. Feria memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. “Kondisi saat ini tertangani semua, obat serta bahan medis habis pakai tersedia,” katanya. Tim kesehatan juga merujuk dua pasien ke RSUD dr. Agoesdjam karena membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami merujuk dua pasien yang tidak bisa kami tangani saat ini ke Rumah Sakit dr. Agoesdjam,” jelasnya.
Kerja sama lintas sektor ikut memperkuat respons lapangan. “Kerja sama lintas sektoral Kecamatan Marau melibatkan camat, Polsek, Koramil, tim kesehatan berjumlah delapan tim, serta perusahaan-perusahaan.
Saya sangat berterima kasih kepada semua,” ucap dr. Feria. Ia menambahkan sebagian pasien sudah pulang setelah keluhan berkurang. “Sebagian pasien dengan kondisi sudah tidak ada keluhan sudah dipulangkan,” lanjutnya.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pengelolaan program MBG. Peristiwa tersebut menunjukkan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas, proses distribusi, serta keamanan pangan sebelum makanan dikonsumsi. dr. Feria menegaskan harapan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Semoga kondisi ini bisa cepat tertangani dengan baik dan semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” tutupnya.
Langkah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG perlu berjalan seiring proses penanganan medis, agar program yang bertujuan menyehatkan justru tidak menimbulkan risiko baru bagi siswa, guru, maupun petugas.















Leave a Reply