JAKARTA, RUAI.TV – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Erlina Ria Norsan, menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya lokal dalam ajang INACRAFT 2026 di Jakarta.
Kehadiran Dekranasda Kalbar dalam pameran kerajinan terbesar di Indonesia itu menjadi langkah strategis untuk menjaga identitas budaya daerah melalui jalur ekonomi kreatif.
Hj. Erlina hadir bersama Ibu Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan. Keduanya menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat nilai-nilai adat Kalimantan Barat agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Hj. Erlina menegaskan bahwa partisipasi Dekranasda Kalbar di INACRAFT tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga memperkenalkan jati diri budaya daerah kepada masyarakat nasional hingga internasional.
Ia menilai setiap karya kriya Kalbar lahir dari akar adat dan tradisi yang harus terus dijaga. “Produk-produk kerajinan kita lahir dari nilai adat, tradisi, dan kearifan lokal yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujar Hj. Erlina.
Ia menjelaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Dekranasda Kalbar mendorong peningkatan kapasitas pengrajin, perbaikan kualitas produk, serta regenerasi pelaku usaha kriya agar warisan leluhur tidak tergerus modernisasi.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar adat tidak hanya dikenang, tetapi juga dipraktikkan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dekranasda Kalbar melibatkan Ketua Dekranasda dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat bersama dinas terkait. Sinergi itu bertujuan membangun pembinaan berbasis potensi adat dan budaya masing-masing daerah.
Setiap wilayah diarahkan menghasilkan produk yang tetap berpijak pada nilai lokal, namun tampil inovatif dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Hj. Erlina menambahkan bahwa dukungan Ibu Wakil Gubernur Kalbar memperkuat kebijakan pelestarian budaya melalui sektor ekonomi kreatif.
“Melalui Dekranasda, kami terus mendorong agar tenun, anyaman, dan berbagai kerajinan tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Pada INACRAFT 2026, Dekranasda Kalbar menampilkan beragam produk unggulan, seperti Tenun Ikat Sintang, Tenun Sidan Kapuas Hulu, tenun khas Sambas, anyaman, manik-manik, ketoro, serta berbagai kerajinan tradisional lainnya.
Seluruh produk tersebut mencerminkan kekayaan adat Kalimantan Barat yang berpadu dengan sentuhan inovasi. Melalui ajang ini, Dekranasda Kalbar menegaskan komitmen menjaga adat dan budaya lokal agar tetap menjadi identitas kuat Kalimantan Barat, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pengrajin.















Leave a Reply