MELAWI, RUAI.TV – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Provinsi Nanga Pinoh–Kota Baru, Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 15.35 WIB.
Peristiwa di KM 13 itu langsung memicu kepulan asap tebal yang menutup badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di jalur utama penghubung antarkecamatan.
Asap pekat memaksa pengendara memperlambat kendaraan demi keselamatan. Sejumlah mobil dan sepeda motor sempat terjebak kemacetan karena jarak pandang menurun drastis. Warga sekitar juga mengeluhkan bau asap yang menyengat dan menyebar hingga ke permukiman.
Kebakaran muncul di lahan dengan kondisi geografis berupa jurang menurun dan bertingkat. Kontur tersebut menyulitkan petugas menjangkau titik api. Api bermula ketika pemilik lahan membuka kebun dengan cara membakar.
Cuaca panas dan hembusan angin kencang membuat api cepat membesar dan merembet ke area sekitar. Dalam waktu singkat, kobaran api menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektar.
Menerima laporan warga, Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Melawi bersama personel Polres Melawi dan Polsek Nanga Pinoh langsung menuju lokasi. Petugas bergerak memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menahan laju rambatan api agar tidak mendekati jalan dan kebun warga.
Situasi mulai terkendali setelah mobil AWC Polres Melawi tiba di lokasi dan melakukan penyemprotan intensif ke titik-titik api. Petugas akhirnya memadamkan kobaran api sepenuhnya setelah berjibaku selama beberapa waktu di medan yang cukup terjal.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius. Di sekitar lokasi tidak tersedia sumber air, dan desa belum memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai. Kondisi itu membuat petugas harus mengandalkan armada dari kepolisian untuk suplai air.
Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Daniel, menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini. “Kami berharap pemerintah kecamatan dan desa berperan aktif menyiapkan langkah pencegahan, termasuk sarana dasar pemadaman di tingkat desa,” kata Daniel.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat musim panas berkepanjangan.
“Cuaca sudah lama tidak turun hujan. Masyarakat harus lebih waspada dan menghentikan aktivitas pembakaran lahan karena berpotensi memicu kebakaran lebih luas dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti ancaman karhutla di Melawi yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.















Leave a Reply