Arsip

KRI Teluk Banten-516 Tiba di Pontianak, Perkuat Operasi Trisula Jaya di Natuna Utara

KRI Teluk Banten-516 tiba di Bumi Khatulistiwa dan sandar di Dermaga 04 Pelabuhan Dwikora Pontianak. (Foto/Dispen Kodaeral XII)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – KRI Teluk Banten-516 tiba di Bumi Khatulistiwa dan sandar di Dermaga 04 Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jumat (16/1), untuk memperkuat pelaksanaan Operasi Trisula Jaya-26 dalam rangka Angla Duk Serpas dan Sermat Satgasmar Pamtas Laut Natuna Utara Tahun Anggaran 2026.

Kehadiran unsur TNI Angkatan Laut ini menegaskan kesiapan negara menjaga wilayah perairan strategis Indonesia. Jajaran Kodaeral XII menyambut kedatangan KRI Teluk Banten-516 melalui prosesi merflug sebagai bentuk profesionalisme, kehormatan, dan kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam mendukung operasi pengamanan laut nasional.

Kapal perang ini membawa misi penting untuk memperkuat pengawasan, patroli, serta dukungan operasi di kawasan Laut Natuna Utara yang memiliki nilai strategis tinggi bagi kedaulatan negara.

Advertisement

Komandan Kodaeral XII, Laksamana Muda TNI Sawa, menegaskan kehadiran KRI Teluk Banten-516 bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi wujud nyata kehadiran negara di laut.

“Kedatangan KRI Teluk Banten-516 menjadi simbol nyata kehadiran negara di laut sekaligus wujud komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan keselamatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan Laut Natuna Utara yang memiliki nilai strategis tinggi,” tegas Sawa.

Melalui penguatan unsur laut ini, TNI AL meningkatkan daya tangkal dan respons cepat terhadap berbagai potensi ancaman, mulai dari pelanggaran wilayah, aktivitas ilegal, hingga gangguan keamanan maritim.

Kodaeral XII mengerahkan KRI Teluk Banten-516 sebagai bagian dari strategi pengamanan berlapis yang menempatkan laut sebagai garis depan pertahanan negara.

Kehadiran Ksatria Jalasena di Pontianak sekaligus memperkuat sinergi operasi Trisula Jaya-26 agar pengamanan Laut Natuna Utara berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan demi menjaga kedaulatan serta stabilitas maritim Indonesia.

Advertisement