SINTANG, RUAI.TV – Temenggung Adat Kecamatan Ambalau, Antonius Junas, menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di wilayah Ambalau saat ini sudah kembali stabil.
Hal tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah sebelumnya sempat terjadi kelangkaan.
Namun demikian, Antonius menyoroti masih belum stabilnya tarif angkutan penumpang speed boat pada rute Kemangai–Pinoh.
Saat ini, tarif yang diberlakukan mencapai Rp400 ribu per penumpang, lebih tinggi dari tarif normal sebelumnya sebesar Rp350 ribu per orang.
“Kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram sudah stabil di Ambalau. Tapi biaya transportasi angkutan penumpang speed boat Kemangai–Pinoh masih Rp400 ribu per penumpang, belum kembali normal. Semestinya bisa kembali ke tarif awal Rp350 ribu per orang,” ujar Antonius Junas, Selasa (13/01).
Ia juga mengungkapkan rencana untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna mencari solusi.
“Kebetulan saya sedang berada di Sintang. Saya berkeinginan bersama Bapak Camat untuk konfirmasi dan menghadap Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang dalam waktu dekat, atau ada cara lain untuk menstabilkan biaya speed tambang ini,” katanya.














Leave a Reply