KUBU RAYA, RUAI.TV – Pergantian malam Tahun Baru 2026 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berlangsung khidmat dan sarat makna kemanusiaan. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengisi momentum pergantian tahun dengan doa bersama lintas agama serta penggalangan donasi untuk membantu korban bencana di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera, Kamis (1/1/2026) malam.
Enam tokoh agama memimpin doa bersama sebagai simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kubu Raya. Habib Thoha Al Jufri memimpin doa dari unsur Islam, didampingi Pandita A Teng dari Buddha, Pastor Donatus Jensi CDD dari Katolik, Pendeta Putu Dupa Bandem dari Hindu, Pendeta Pandapotan Tanjung dari Kristen, serta Jiao Sheng Cho Neng dari Khong Hu Chu.
Kehadiran para pemuka agama ini mempertegas komitmen daerah dalam merawat kerukunan dan persatuan masyarakat. Selain doa bersama, pemerintah daerah menggerakkan aksi kemanusiaan melalui penggalangan donasi bagi korban bencana di Sumatera.
Hingga pukul 23.00 WIB, panitia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp510.413.700. Dari jumlah tersebut, Rp400 juta telah disalurkan melalui transfer, sementara sisanya akan diwujudkan dalam bentuk bantuan sembako untuk warga kurang mampu di Kabupaten Kubu Raya.
Pada detik-detik pergantian tahun 2026, Bupati Kubu Raya Sujiwo secara resmi meresmikan Bundaran Tugu Gaforaya Benteng Mangrove sebagai ikon baru daerah. Pemerintah membangun bundaran tersebut tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebanyak 26 perusahaan berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total anggaran mencapai Rp4,8 miliar. Sujiwo menegaskan, Bundaran Gaforaya merepresentasikan simbol kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Ia juga menekankan nilai filosofis yang terkandung dalam desain bangunan tersebut. Mangrove melambangkan pelestarian alam sekaligus pengorbanan, sementara tunas kelapa mencerminkan kehadiran pemerintah yang harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau yang langsung dia standby di sini, jualannya dipastikan tidak diperkenankan. Tapi mungkin ada yang jualan yang dia mobile, tapi berikan waktu kami untuk mengkajinya, supaya nanti kami tidak salah membuat suatu keputusan,” tegas Sujiwo.
Secara simbolik, tinggi bangunan 20,7 meter merepresentasikan tahun berdirinya Kabupaten Kubu Raya pada 2007. Tujuh benteng menggambarkan bulan Juli, sementara tujuh belas taman menandai tanggal berdirinya kabupaten, yakni 17 Juli 2007.
Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian tahap finishing dalam satu hingga satu setengah bulan ke depan. Pemkab Kubu Raya juga menyiapkan kawasan bundaran sebagai ruang publik yang aman dan tertata, dengan kajian lalu lintas bersama BPTD, termasuk rencana pemasangan traffic light dan zebra cross.
Rangkaian kegiatan pergantian tahun ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam memadukan nilai religius, kepedulian sosial, dan pembangunan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat luas.
Tonton Berita Televisinya di Link Berikut:















Leave a Reply