KETAPANG, RUAI.TV – Bantuan sosial terus mengalir ke berbagai wilayah Indonesia, menyasar masyarakat terdampak bencana alam hingga kelompok nelayan di daerah pesisir Kalimantan Barat. Penyaluran bantuan ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan mendesak sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Salah satu penyaluran bantuan terbesar ditujukan bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total dana sebesar Rp200 juta disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Bantuan itu diserahkan melalui Kamar Dagang Tiongkok–Indonesia dan diteruskan lewat Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia pada 3 Desember 2025.
Manager CSR PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, Ari Djanuar Prastyo, mengatakan bantuan tersebut difokuskan pada aspek kemanusiaan, terutama untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat bencana.
“Kami ingin kehadiran bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sedang berada dalam situasi sulit. Bantuan sosial harus cepat, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan paling mendesak,” ujar Ari.
Selain menyalurkan bantuan ke daerah bencana, program bantuan sosial juga menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan berupa dukungan langsung kepada kelompok nelayan di Dusun Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan.
Kelompok Nelayan Harapan Bersama yang beranggotakan 10 orang menerima 100 paket set pukat lengkap pada 19 Desember 2025. Bantuan alat tangkap tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap pengepul.
Ketua Kelompok Nelayan Harapan Bersama, Samsudin, menyebut bantuan ini membawa perubahan nyata bagi anggotanya. “Selama ini kami sering menyewa atau berutang jaring ke toke. Sekarang kami sudah punya alat sendiri, jadi hasil melaut bisa langsung kami nikmati. Kami berharap pendapatan nelayan ke depan semakin membaik,” kata Samsudin.
Menurut Ari, bantuan untuk nelayan tidak hanya bersifat sementara, tetapi diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Ia menilai akses terhadap alat kerja menjadi faktor penting agar nelayan mampu meningkatkan hasil tangkapan secara berkelanjutan.
“Kami ingin bantuan ini menjadi pijakan awal bagi nelayan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka,” ujarnya.
Di bidang sosial kemasyarakatan, bantuan juga disalurkan dalam berbagai bentuk lain sepanjang Desember 2025. Di antaranya pemasangan kWh meter listrik di Rumah Adat Dayak Sukaria pada 31 Oktober 2025, serta dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan olahraga seperti Turnamen Futsal Outdoor Sukaria dan Turnamen Futsal Bepalas Benua Cup Seri–2 yang digelar pada awal Desember.
Selain itu, bantuan sosial juga diberikan kepada komunitas jurnalis lokal melalui penyaluran paket sembako dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Aliansi Jurnalis Ketapang pada 4 Desember 2025. Bantuan tersebut ditujukan untuk mempererat hubungan sosial sekaligus mendukung solidaritas antar komunitas di daerah.
Momentum keagamaan juga menjadi perhatian. Melalui kegiatan “WHW Berbagi Natal”, bantuan sosial disalurkan dalam bentuk 149 paket sembako ke empat wilayah, serta dukungan dana untuk pelaksanaan kegiatan Natal di 13 gereja dan lembaga keagamaan. Penyaluran bantuan berlangsung secara bertahap pada periode 18–26 Desember 2025.
Tidak hanya menyentuh aspek sosial dan ekonomi, kegiatan bantuan juga menjangkau isu keselamatan lingkungan. Pada 6 Desember 2025, dilakukan pembersihan area listrik Silingan sepanjang sekitar dua kilometer dengan lebar enam meter.
Kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat setempat dan menggunakan alat berat untuk memastikan area tersebut aman dan bersih. Nilai dukungan kegiatan ini tercatat sebesar Rp6,39 juta. Ari menegaskan, berbagai bantuan sosial tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami memandang bantuan sosial sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang. Ketika masyarakat lebih tangguh secara sosial dan ekonomi, maka stabilitas dan keberlanjutan di daerah juga akan semakin kuat,” katanya.
Melalui rangkaian bantuan sosial ini, upaya memperkuat solidaritas, membantu korban bencana, serta mendorong kemandirian masyarakat lokal terus digencarkan, dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.















Leave a Reply