PONTIANAK, RUAI.TV – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengungkap praktik mafia yang marak terjadi di Kalbar.
Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Hanura Kalbar di Gedung PCC Pontianak, Jumat sore (29/8/2025)
Dalam sambutannya, Krisantus menyoroti fenomena penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan dengan cara memodifikasi tangki kendaraan.
Ia bahkan menyebut ada “tangki siluman” yang dipakai mafia untuk mengakali distribusi BBM di wilayah Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
“Yang saya tahu lah, nggak pernah Jepang bikin mobil tangkinya dua biji. Nggak pernah. Tapi di sana banyak ditemukan tangki siluman yang dipakai mafia untuk menyelundupkan BBM subsidi,” ungkap Krisantus.
Ia menegaskan, mafia tidak hanya bergerak di bidang BBM. Menurutnya, praktik mafia juga merambah ke sektor lain, mulai dari emas, oli, hingga beras.
“Mafia emas, mafia oli, mafia beras, entah mafia apa lagi. Banyak lah pokoknya. Nah ini harus kita berantas,” tegasnya di hadapan ratusan kader Hanura.
Krisantus menilai, pemberantasan mafia tidak bisa berjalan normal tanpa dukungan semua pihak, termasuk partai politik.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader Partai Hanura untuk ikut berperan aktif dalam mengawal upaya memberantas praktik mafia yang merugikan masyarakat dan daerah.
Leave a Reply