Arsip

Kalbar Tuan Rumah Pertemuan Menteri 4 Negara

Pertemuan menteri 4 negara di Kalbar. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV – Provinsi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri ke 25. Empat negara ini tergabung dalam Forum kerjasama ekonomi sub regional Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, and Philippinaes East Asean Growth Area (BIMP EAGA).

Pertemuan empat negara ini akan berlokasi di dua tempat, yakni di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Kedua daerah ini berdekatan dari aspek jarak.

Pelaksananaannya pada 23 hingga 26 November 2022. Peserta yang menghadiri forum ini sebanyak 250 orang dari empat negara tersebut.

Advertisement

Baca juga: Menteri 4 Negara Bertemu di Pontianak – VIDEO

Para pejabat yang menghadiri kegiatan ini sebanyak enam pejabat setingkat menteri dari empat negara itu.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan, banyak hal positif bisa daerah kembangkan dalam momen ini.

“Kita hanya tuan rumah, dan yang ditampilkan adalah potensi Indonesia. Namun Kalbar punya potensi wisata yang harus kita siapkan,” kata Sutarmidji.

Baca juga: Mempawah Sabet 4 Emas Kick Boxing Porprov

Dia menyebut, Kalbar memiliki pantai sepanjang 55 kilometer yang tidak terputus, dan ini merupakan nomor dua di sunia. Potensi ini, kata Sutarmidji, luar biasa karena letaknya pun berbatasan dengan Malaysia.

“Kalau dikembangkan, orang ndak ke Bali (lagi),” ujar Sutarmidji.

Selain potensi wisata, Gubernur menyebut adanya pelabuhan laut berskala iniernasional, yakni Pelabuhan Kijing, yang ada di Kalbar. Lokasinya sangat dekat dengan kawasan Asia Timur, sehingga membuka peluang pengembangan ekonomi.

Baca juga: Sekadau Kekurang Guru Berstatus ASN

“Di situ ada smelter bauksit. Jadi pelabuhan sekalan lapangan peti kemas terbesar se-Kalimantan,” papar Sutarmidji.

Selama empat hari pelaksanan BIMP-EAGA ke 25, para delegasi dari empat negara akan mengikuti sejumlah pertemuan atau sidang. Ada ada tujuh hal yang akan mereka bahas.

Di antaranya mengenai peningkatan pembangunan di border Indonesia-Malaysia di wilayah Aruk, Kabupaten Sambas. (RED)

Lihat videonya di sini:

Advertisement