Arsip

Realisasi Pendapatan Daerah Kalbar Capai Rp 5,66 Triliun

Advertisement

PONTIANAK – Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan penjelasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 yang tertuang dalam laporan Keuangan Pemprov Kalbar Tahun Anggaran 2018 bahwa Laporan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp5,31 triliun terealiasi sebesar Rp 5,66 triliun atau sebesar 106, 41 persen dibandingkan dengan realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp5,38 triliun. “Realisasi Pendapatan Daerah di tahun 2018 terjadi peningkatan sebesar Rp270,85 milyar atau 5,02 persen,” kata Sutarmidji, saat Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD TA.2018 di ruang Balai Rungsari DPRD Kalbar, Selasa (28/5) siang. Realisasi pendapatan daerah, diuraikan sebagai berikut, Pendapatan Asli Daerah atau PAD; dianggarkan sebesar Rp1,79 triliun, realisasi sebesar Rp 2,19 triliun atau atau 122,51 persen. Kemudian Pendapatan Transfer, dianggarkan sebes Rp3,52 triliun terealiasi Rp3,46 triliun atau 98,22 persen, Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah, dianggarkan sebesar Rp2,23 milyar, terealisasi sebesar Rp2,35 milyar, atau 105 72 persen. Dikatakannya, Neraca Pemprov Kalbar Tahun Anggaran 2018 menggambarkan posisi kekayaan Pemprov Kalbar dengan penjelasan Aset, terdiri dari Aset Lancar, sebesar Rp566,18 milyar. Investasi Jangka Panjang, sebesar Rp1,50 triliun. Aset Tetap, sebesar Rp8,14 triliun. Aset Lainnya, sebesar Rp1,17 triliun. Kewajiban Jangka Pendek sebesar Rp230,86 milyar. Ekuitas, sebesar Rp11,16 triliun. “Dengan demikian total Kewajiban dan Ekuitas Dana atau pasiva sama dengan total Aset atau aktiva yakni sebesar Rp11,39 triliun,” jelasnya. (Red).

Advertisement