Film Putri Salju Karya Sineas Kalbar, Maknai Natal dengan Kreativitas

“Ketulusan dan usahamu tak bisa menipu nak…besok kau antarkan…dan titipkan doamu kepada Tuhan” itulah sepenggal dialog dalam film pendek bertema natal. Film berjudul “putri salju” karya Piter Andas Parinatha ini menjadi media ekspresi melihat kondisi natal kali ini.

“Di hari sebelum hari Natal, di tengah pandemi, Noel demi sebuah hati, mencoba membuat sesuatu untuk merayakannya” sinopsis film putri salju ini memberikan gambaran bahwa Film ini menjadi istimewa, bukan karena menghadirkan perayaan meriah, namun pandemi mengajak memaknai natal dengan lebih sederhana.

Sementara bagi Andas, pembuatan film ini sebagai upaya memberikan sajian apreseasi kreatif di tengah kondisi pandemi ini.

“Apalah artinya natal tanpa berkumpul dengan orang tersayang. Tapi sekarang pandemik menyebabkan kita sulit berkumpul. Meski begitu, dalam suasana yang sangat berubah, kita harus menyambut suka cita natal,” ungkap Andas.

Melalui diskusi dengan salah seorang penulis Kalimantan Barat, di Jakarta Ands mengolah ide untuk pembuatan naskah film ini.

Dalam prosesnya Andas memproduseri film “putri salju” bersama Panca Esti, praktisi media audio visual di Kalimantan Barat. Panca mengatakan, meski produksi film ini sederhana, tetap mencoba menggunakan kaidah dan prinsip manajemen produksi sebuah sinematografi semaksimal mungkin.

“Kami berharap ini menjadi pengamalan estetik buat kami semua di tengah kondisi pandemik, yang dapat memaknai natal kali ini,” ujar Panca.

Film ini memakan waktu produksi sepekan melibatkan 17 orang, termasuk 3 pemain.

Menghadirkan tiga karakter tokoh, seorang Bapak (diperankan Hanz E. Pramana, praktisi media), seorang ibu (diperankan Iwi Sartika, aktivis perempuan) dan pemuda bernama Noel (diperankan Yehezqiel Ferediko, mahasiswa).

Seluruh proses produksi diselesaikan sekitar satu pekan. Sebagai sutradara, Andas dibantu tim produksi film, Kristin A Putri sebagai asisten sutradara. Melibatkan sineas-sineas muda diantaranya Friedrich sebagai director of photography dengan asisten Neri, penata artistic Deny Farid dengan asisten Primus, Cindy Blaise sebagai make up artis dan wardrobe.serta penata music Billie Agrie Oktada. Efrem Nyangko sebagai sound recordist dan Tak ketinggalan Weros dan Adi untuk bagian behind the scene, dan Teofilus Irwan untuk artwork and design.

Lihat film putri salju

Saat ini, film dapat disaksikan melalui channel Youtube produksi film.

(ca/r)