Pengerjaan Air Bersih Akan Selesai Tepat Waktu, Benarkah?

KAYONG UTARA – Ketua Lembaga Pengawal Pelaksana Pembangun Kabupaten Kayong Utara (LP3KKU) Abdul Rani Pesimis pekerjaan rehabilitasi sarana dan prasarana air bersih Sukadana dan Lubuk Tapah bisa selesai tepat waktu.

Abdul Rani yang merupakan warga Simpang Hilir mengaku pihak OPD terkait terkesan lalai dalam proses perencanaan penganggaran, karena diakui Abdul Rani, di akhir tahun curah hujan biasanya cukup tinggi.

“Ini kerja bual (Bohong), kenapa ndak dikerjakan di bulan Mei atau Juni, ini akhir tahun curah hujan tinggi. Saya tidak yakin ini selesai tepat waktu, ujung-ujungnya tidak selesai pekerjaannya,” ungkap Abdul Rani, Jumat (20/11/2020).

Kondisi Kecamatan Simpang Hilir dan kecamatan lainnya hanya mengharapkan air tadah hujan, bahkan jika kesulitan air masyarakat Simpang Hilir dan sekitarnya harus membeli air bersih dari Sukadana.

Sementara itu Kepala UPT Air Bersih Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalimantan Barat Eman Awaludin optimis pekerjaan proyek air bersih yang saat ini sedang berjalan akan selesai tepat waktu, walaupun diakuinya ada bebapa kendala yang dialami pihak pelaksana di lapangan.

“Cuaca yang sering hujan membuat pekerja kesulitan juga, karena lokasi kerja di daerah perbukitan, licin.

Selain itu karena ditenderkn diakhir tahun termasuk sebagai penghambat juga dalam penyelesain pekerjaan mengingat faktor alam cuaca yang sering hujan,” tutur Eman Awaludin, Jumat (20/11/2020)

Selain itu diakui Eman pihaknya juga melakukan pertemuan dengan beberapa masyarakat sekitar pekerjaan proyek broncap lubuk tapah di Desa Harapan Mulia, karena beredar isu jika pekerjaan broncap tersebut selesai maka daerah pertanian masyarakat tidak akan teraliri air, dan beberapa Dusun sekitar. Bahkan dalam berita acara yang ditandatangani pihak Dinas, masyarakat dan pelaksana di poin ketiga, bahwa pihak pelaksana siap menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja.

“Ia ada isu seperti itu, makanya kemarin, (Kamis 19/11/2020) kami adakan pertemuan dengan masyarakat bahwa itu hanya isu, dan Alhamdulillah masyarakat setelah diberikan pengertian paham. Pihak pelaksana berjanji akan menyelesaikan tepat waktu, yaitu 27 Desember 2020,” ungkapnya.

CV Putra Palong Mandiri sebagai pemenang tender Rehalibitasi Sarana dan Prasarana Air Bersih Lubuk Tapah Desa Harapan Mulia ini diketahui mulai bekerja sesuai kontrak pada tanggal 12 Oktober dan selesai 20 Desember, dengan besaran pagu dana 1 Miliar lebih. Hingga saat ini diakui Eman Awaludin, pekerjaan sudah mencapai progres 50 persen.

“50 persen sudah ada, simpang hilir ada 2, harapan kita sumber air lubuk tapah, yang kedua kita menunggu pembangunan sumber air balaban akan di bangun di tahun 2021,” terangnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dalam kota Sukadana, pihak UPT Air Bersih Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara juga sudah menganggarkan 5 Miliar lebih yang dikerjakan PT Arjuna Putra Bangsa, dengan kontrak kerja terhitung 19 Oktober sampai 27 Desember.(Julizal).