Warga Minta Kerusakan Jembatan Besi di Nanga Mahap Diperbaiki

SEKADAU – Warga Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau meminta pemerintah untuk memperbaiki jalan dan berstatus provinsi yang ada di Desa Nanga Mahap karena kondisinya saat ini rusak.

Selain jalan, jembatan penghubung yang membentang di Sungai Sekadau juga sudah rusak, seperti lantai yang patah dan sejumlah kontruksi jembatan yang banyak lapuk. Agar tetap bisa dilewati, warga Desa Nanga Mahap bergotong rotong memperbaiki lantai jembatan penghubung Dusun Soket dan Seberang Sekadau secara swadaya, Jumat (6/11/2020) pagi.

Jika tidak diperbaiki, kerusakan jembatan itu dikhawatirkan berpotensi dapat menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas saat melintas.

“Kami berharap kepada pemerintah provinsi yang dalam hal ini mempunyai kewenangan untuk penanganan status jalan dan jembatan tersebut untuk dapat kiranya memikirkan soal infrastruktur itu,” pinta Kepala Desa Nanga Mahap, Saherman kepada media ini, Jumat (6/11) sore.

Kepala Desa Nanga Mahap juga menjelaskan bahwa sejak dibangun, jembatan itu baru satu kali diperbaiki, itupun hanya bagian lantainya saja karena sudah lapuk.

“Jembatan tersebut sejak dibangun 2004/2005 baru direhap satu kali dan itu pun hanya lantainya saja dan sampai saat ini belum ada perhatian pemerintah untuk memperbaikinya,” jelas Sampun sapaan akrab Kades Nanga Mahap itu.

Menurut Saherman, jembatan tersebut adalah urat nadi bagi masyarakat, khususnya sebagai sarana penghubung antar desa yang ada di wilayah Kecamatan Nanga Mahap bahkan sebagai akses penghubung antar Kabupaten yakni Kabupaten Ketapang dan Sekadau seperti yang pernah dicanangkan oleh mantan Gubernur Kalbar, Usman Ja’far.

“Kalau kondisinya terus seperti itu, maka kami lelah untuk memeliharanya, oleh karenanya kami selaku Kepala Desa Nanga Mahap yang punya wilayah dimana jembatan dan jalan provinsi itu berada sangat mengharapkan agar segera ada penanganan dari pemerintah terutama pemerintah provinsi dan apabila itu disikapi jangan lagi dibangun jembatan lantai kayu, karena sudah tidak layak untuk kondisi saat ini dikarenakan semakin banyaknya kendaraan yang melintasi jembatan tersebut,” papar Saherman.

Seperti diketahui Jembatan rangka baja yang melintasi Sungai Sekadau di Desa Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau ini juga digunakan oleh warga di beberapa desa seperti Desa Landau Kumpai, Desa Tamang, Desa Cenayan, Desa Batu Pahat, Desa Teluk Kabau, Lembah Beringin, dan Desa Tembaga serta sejumlah desa lainnya. Kerusakan jembatan ini harus segera ditangani, jika tidak sangat membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menjelaskan, bahwa jembatan di Nanga Mahap bukan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar melainkan sudah menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Sekadau sejak otonomi daerah tahun 2000 diserahkan pemerintah pusat melalui Pemkab Sanggau waktu Sekadau masih Bergabung dengan Sanggau.

Dimana Menurut Akhmad Suryadi, jembatan itu dibangun oleh Departemen Transmigrasi. Untuk perbaikan lantai jembatan itu Pemkab Sekadau sudah melakukan lelang sebesar Rp680.000.000,- pada 24 Oktober 2020 dengan masa kerja selama 45 hari kalender dimana saat ini pengerjaan sudah berjalan dan sepenuhnya dilakukan oleh pihak pelaksana proyek.

“Kerusakan jembatan Nanga Mahap itu sudah kita anggarkan melalui APBD murni, sudah lelang 24 Oktober sekitar 680 juta untuk pemeliharaan,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (6/11) malam.

Mantan Kepala BPBD Kabupaten Sekadau ini juga menjelaskan bahwa perbaikan jembatan itu tidak bisa dilakukan dengan cara dicor karena memiliki rangka yang elastis, sehingga hanya bisa diganti lantai dengan kayu. Bahkan menurut Akhmad Suryadi untuk memperbaiki kerusakan itu Dinas PUPR sudah dua kali melakukan lelang.

“Jembatan itu karena rangkanya elastis tidak bisa dicor, jadi hanya bisa diganti lantainya pakai kayu,” pungkasnya.(Red).