Tidak Kirim Hasil Swab, 3 Daerah di Kalbar Tak Jadi Prioritas Pembangunan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyesalkan 3 (tiga) daerah di Kalimantan Barat tidak mengindahkan permintaannya untuk mengirim 200 sample swab dalam satu minggu, bahkan tidak ada mengirim sampel swab guna percepatan penanganan Covid-19 di Kalbar hingga 30 September 2020.

Tiga daerah yang disebutkan mantan Walikota Pontinaak dua periode ini yakni, Kabupaten Sekadau, Melawi dan Kabupaten Kayong Utara. Sebagai kosekuensinya, tiga daerah tersebut dipastikan akan ditunda transfer bagi hasil pajak daerahnya yang otomatis akan menganggu percepatan pembangunan di daerah tersebut.

“Sampai sekarang ada tiga, Sekadau, Melawi, Kayong, dia zona hijau karena tidak ada kirim swab, berarti dia ngak ada kasus, tapi bahaya, saya tau persis karena saya selalu melihat datanya 4 hari, per hari per jam,” jelas Sutarmidji kepada wartawan usai pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Bengkayang di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (30/9) kemarin.

Tak tanggung-tanggung, Bang Midji sapaan akrapnya itu bahkan tidak akan memprioritaskan pembangunan terhadap tiga daerah tersebut, sementara jika dilihat, ketiga daerah itu masih sangat memerlukan sentuhan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Tunda transfer bagi hasil pajak daerah, kemudian saya tidak menjadikan prioritas untuk pembangunan-pembangunan daerah die, kenapa, pemerintah daerahnya tidak peduli,” ancam Midji.

Sebagai orang nomor satu di Kalimantan Barat, Sutarmidji tidak main-main dengan apa yang ia ucapkan, karena apa yang ia katakan pasti akan dilakukannya.

“Coba aja kalau gak percaya, saya yang saya omongkan itu yang saya lakukan,” tegasnya.(Red).