Sampai Jual Kebun Demi Beli KWH, Listrik PLN Tak Kunjung Dipasang

oleh -26 views

KAPUAS HULU – Sejumlah warga dari 3 (tiga) Desa di Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu mengeluhkan sikap ingkar janji PLN Semitau yang tak kunjung memasang meteran di rumah mereka. Bahkan warga mengklaim sebagian besar sudah membayar lunas setahun yang lalu. Untuk membayar meteran itu bahkan warga mengaku sampai menjual kebun.

Warga mengaku hanya diberi pemandangan dengan berdirinya tiang-tiang PLN Sepanjang jalan sejak April 2019 lalu. Namum sampai akhir Juli 2020 meteran belum juga dipasang.

“Duit kami dah berapa mati kesitu, coba untuk kami bemodal sudah berapa hasilnya, bunganya. Baru 2 juta, masih satu juta lebih aku kan ndak ngeredit langsung bayar. Ndak tau, mana kami tau, yang tukang masangnya kami ndak ada lagi ngeliatnya entah kemana arahnya, entah masih hidup entah kena Corona kali,” tutur Rami salah satu warga dengan nada kesal.

Warga menambahkan, saat ini tiang listrik bahkan terpasang Gardu ini, langsung tersambung ke Desa Setunggal dan Desa Sungai Sena.

“Beruntun-runtun kami bayar, sampai jual kebun, ada jual macam-macam lah mereka (masyarakat) bayar tu, nenek-nenek itu kasian juga aku lihat mereka tu,” jelas Pak Bayir yang juga Korban PHP pihak PLN.

Separuh warga Desa Setunggul dan Desa Sungai Sena yang nekat dengan aliran Listrik ke rumah mereka telah membayar lunas kepihak PLN melalui orang ketiga di wilayah setempat, termasuk dengan cara meminjam uang di CU.

“Saya ambil ke CU nya 4 juta, bayar tiap bulannya 200 untuk bayar Lampu KWH nya itu, tapi sampai sekarang belum dipasang, harapan aku minta lampu cepat hidup soalnya sudah lunas bayarnya,” tutur Bernadita, warga Desa Sungai Sena yang juga mendambakan PLN di daerah setempat.

Warga mengaku sempat mendapat penjelasan dari pihak perpanjangan tangan PLN bahwa daya PLN di Semitau tidak mampu menjangkau warga yang telah memesan. Alasan tersebut dinilai tidak sesuai dengan janji penyedia waktu pembawa uang pembayaran pemasangan oleh warga.

“Waktu itu mereka bilang, saya tanya gitu ya, saya datangi pengurus lampu ini, saya bilang, gimana pak sudah bisa kah nyala lampu kita? Sedangkan kami sudah bayar lunas gitu, ndak bisa bu kata mereka, belum bisa karena alatnya masih apa katanya ndak mampu, dari sananya ndak mampu karena harus pakai mesin 3 kata mereka alat itu datang. Padahal dulu bilang bisa, sampai sekarang sudah lama ditunggu sampai tahun 2020 belum ada mesinnya (listrik PLN – red),” tutur Warga Desa Sungai Sena, Yuliana.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.