Objek Wisata Batu Joto Kembali Telan Korban

oleh -3.342 views

SEKADAU – Objek wisata air terjun Batu Joto, Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, kembali memakan korban, sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (3/11) sore.

Kali ini yang menjadi korban objek wisata tersebut adalah seorang pria warga Jalan Sengkuang, RT.008/RW.002, Desa Sengkuang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang bernam Wahyudin Safari (20) yang tewas saat menikmati libur akhir pekan di tempat tersebut.

Adapun saksi kejadian tersebut adalah Dono Indrawanto (37), Tommy bery (31), Wahyudi ramadani (30), dan Irvan Khitama (26).

Berdasarkan keterangan Kapolsek Nanga Taman, Ipda Didik Darman Putra menjelaskan kejadian bermula pada Minggu (3/11) sekitar pukul 08.00 WIB, saksi saksi berangkat bersama rombongan Club Motor Nmax Sintang untuk berwisata ke Batu Joto sebanyak sekitar 6 orang.

Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB korban bersama dengan sepupunya bernama Ravo Falezi menyusul ke Batu Joto. Setelah sampai di Batu Joto rombongan mandi-mandi di daerah bendungan, dimana saat itu kondisi air sedang banjir dan arus deras.

Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB korban berusaha untuk melompat ke bawah bendungan PLTA namun masih dapat ditarik oleh Dono Indrawanto (37), dan mengatakan bahwa air tersebut sangat deras sehingga korban tidak jadi untuk melompat.

“Namun tidak beberapa lama kemudian korban tiba-tiba sudah melompat ke bawah bendungan PLTA dan tidak timbul-timbul karena arus air sangat deras, melihat hal tersebut para saksi berusaha menolong korban namun tidak dapat tertolong dan meminta bantuan masyarakat sekitar untuk mencari korban,” kata Kapolsek Nanga Taman, Ipda Didik Darman Putra melalui rilisnya yang diterima ruai.tv, Minggu (3/11) malam.

Mendengar hal tersebut masyarakat beserta pengurus objek wisata Batu Joto melaporkan kepada aparat Polsek dan Koramil Nanga Taman serta Puskesmas Nanga Taman.

Mendapat laporan tersebut Pihak Polsek Nanga Taman di pimpin oleh Kapolsek Ipda Didik Darman Putra, beserta Anggota dan Koramil Nanga Taman berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban bersama dengan saksi-saksi dan masyarakat.

“Sekitar pukul 16.00 WIB jasad korban sudah ditemukan dan langsung di evakuasi ke Puskesmas Nanga Taman menggunakan Ambulance Puskesmas Nanga Taman,” jelas Kapolsek.

Setelah sampai di Puskesmas Nanga Taman dilakukan pemeriksaan luar dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pihak Puskesmas Nanga Taman menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia karena terendam air.

“Setelah dilakukan pemeriksaan luar jasad korban langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju Kabupaten Sintang untuk di kebumikan dan pihak jeluarga sudah menerima kematian korban dan menganggap bahwa kejadian tersebut adalah musibah,” tutur Ipda Didik Darman Putra. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.