Sutarmidji: Jangan Dudukan Seseorang Dalam Jabatan Karena Kedekatan

PONTIANAK – Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan diseminasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah sebuah pembekalan bagi pemegang jabatan Tinggi Pratama agar mereka dapat pahami tugas, pokok dan fungsinya dan mereka mampu berinovasi kepada masyarakat dan mampu menyusun program serta mampu mengeksekusinya dengan benar, sehingga output yang dicapainya visi misi satu daerah.

“Kita kadang tidak mempersiapkan seseorang untuk menduduki jabatan tinggi pratama. Saya sudah terbiasa mempersiapkan mereka,” kata Sutarmidji, Kamis (29/8) saat membuka diseminasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Kalbar di salah satu Hotel di Pontianak.

Kesiapan Jabatan Tinggi Pratama yang dilakukan oleh Mantan Wali Kota Pontianak adalah dipersiapkan sejak ia di jabatan eselon IV, dan dari jabatan itu dilihat perkembangannya, bagaimana kinerja, bagaimana kemampuannya dalam berinovasi.

Begitu juga di Jabatan eselon III juga dilihat perkembangannya, bagaimana kinerja, bagaimana kemampuannya dalam berinovasi, sehingga tidak heran, saat di Pemkot Pontianak banyak yang diorbitkan.

“Jangan mendudukan seseorang dalam satu jabatan karena kedekatan. Bukan itu yang kita harapkan karena kemampuan tidak” ingatnya.

Dijelaskannya, untuk jabatan pimpinan tinggi harus dipersiapkan dengan baik, kalau tidak dipersiapkan dengan baik, maka ia tidak akan bisa menghasilkan satu pekerjaan yang outputnya bisa mengubah keadaan.

“Kompetensi penting, jangan paksakan seseorang untuk duduk dijabatan kalau dia kompeten. Siapapun dia,” ujarnya.

Nilailah seseorang itu ketika dia ingin menduduki sebuah jabatan karena kompetensinya secara obyektif. Hindari penilaian-penilaian subyektif kecuali ada seseorang yang hendak menduduki jabatan dan sudah tidak ada orang lain di jabatan itu, dan perlu orang yang bisa mengeksekusi visi misi dan itulah pilihan yang ada, maka bolehlah.

“Kalau banyak pilihan, nilailah secara obyektif,” ujarnya.(Red).