Arsip

288 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Dilantik

Advertisement

PONTIANAK – Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengambil sumpah/janji jabatan 288 pejabat Administrator dan pejabat Pengawas di Lingkungan Pemprov Kalbar, di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (22/8).

Gubernur Kalbar, Sutarmidji meminta kepada para pejabat yang dilantik dari sisi koordinasi harus terus diperbaiki karena diantara OPD masih sulit berkoordinasi antara Kadis, Sekdis, Kabid, Kasi dan staf, apalagi antar OPD.

Ini harus diperbaiki, dan kerja juga harus dengan inovasi, kerjanya jangan hanya yang rutin-rutin saja. Tolong diperbaiki, supaya kita bisa melaksanakan perubahan yang cepat di Kalbar.

Advertisement

“Kalbar miliki kita bersama, ayo kita perbaiki bersama, membangun bersama. Kita tempatkan Kalbar sebagai Provinsi terhormat Indonesia,” pesan Sutarmidji saat melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 288 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemprov Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Dikatakannya, dalam kurun waktu 1 tahun ini, capaian-capaian progres yang dicapai itu sudah baik. Infrastruktur dari urutan 33, kini menjadi urutan 31, kemudian daya saing dari urutan 28 kini menjadi 23. Tata kelola pemerintahan berada dilevel menengah dan IPM kita cukup meningkat.

“Ini progres kinerja kita bekerja dalam setahun ini,” jelasnya.

Kemudian, mantan Wali Kota Pontianak berkeyakinan para pejabat dapat melaksanakan atau membangun koordinasi yang baik, sinkronisasi kegiatan di satu dinas dengan dinas yang lain bisa baik, maka capain-capain yang lain juga akan mengalami lompatan besar.

Kedepan, Gubernur Kalbar meminta BKD Kalbar sudah memiliki database tentang catatan-catatan prestasi, mutasi, kemudian jabatan yang pernah diduduki seorang ASN, sehingga saat ditempatkan, dirinya tinggal melihat dan memantah track recordnya di situ.

“Kita upaya database ini bisa kita lakukan,” ingatnya.

Gubernur Kalbar sangat berharap para pejabat yang generasi muda untuk dapat berprestasi dan jangan berpikir yang tidak-tidak dan harus berpikir prestasi dan berinovasi. (Red).

Advertisement