Polda Kalbar Komitmen Berantas Narkoba

PONTIANAK – Memerangi bahaya narkoba bukan hanya sebatas slogan. Tapi, musti semua pihak sadar akan dampaknya. Karena, narkoba merusak generasi bangsa. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono pada peringatan Hari Anti Narkotika International (HANI) di Pendopo Gubernur Rabu, 26 Juni 2019, menyampaikan data terkait peredaran narkoba dan pengungkapan kasus yang sudah berhasil diungkap Polda Kalbar dan BNN.

“Penyalahgunaan narkotika jenis baru atau new pschoactive substances (NPS) setiap tahun terus bertambah,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono.

Berdasarkan data yang bersumber dari berbagai negara, terdapat 803 narkotika jenis baru di dunia dan 73 di antaranya sudah beredar di Indonesia. Dari 74 NPS tersebut 66 sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI, 8 lagi masih belum.

“Sebagai daerah berbatasan dengan Malaysia, menjadikan Kalbar memiliki potensi rawan terhadap peredaran masuknya narkoba. Terdapat 5 Kabupaten yang berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia,” ujar Kapolda.

Ada 14 kecamatan, 95 desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Jalan illegal ada 52 yang menghubungkan 55 desa dengan 2 kampung di Serawak, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung dikemas dengan tema Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas ini semua yang hadir pada kegiatan ini pasti mempunyai komitmen yang sama untuk menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia khususnya generasi millennial.

“Data di Kalbar bahwa 24.560 pelajar pada tahun 2018 pernah menyalahgunakan narkoba dan 23.032 pekerja juga pernah penyalahgunaan narkoba. Polda Kalbar sendiri pada tahun 2019 sudah mengungkap 310 kasus dengan melibatkan 442 tersangka. Jika dibandingkan dengan tahun 2018 periode Januari sampai dengan juni maka mengalami penurunan sebanyak 21 persen,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan, peran orangtua berpengaruh besar terhadap anak anaknya agar tidak terpengaruh dan terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Mari kita terus gelorakan kegiatan kegiatan yang produktif dan konstruktif. Kita jadikan Kalimantan barat ini zero narkoba dan bisa menjadi provinsi yang maju, semakin mampu bersaing dan unggul di setiap aspek pembangunan,” katanya. (Red).