Desa Mandor Dilanda Banjir, Satu Warga Tewas Tenggelam

oleh -4.177 views

LANDAK – Banjir melanda Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak dari pukul 21.00 Wib Jumat Malam (7/6/19) hingga Sabtu (8/6/19). Banjir dipicu meluapnya sungai Mandor dan air dari makam Juang Mandor akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Jumat siang.

Kepala Desa Mandor, Robertus Harianto mengatakan akibat banjir khusus untuk dusun Mandor antara sekitar 60 hingga 70 kepala keluarga (KK) menjadi korban terdampak dimana tiga KK diantaranya diungsikan ke kantor Desa Mandor, selain itu dua orang warga juga dibawa ke Puskesmas Mandor karena sakit. Data ini menurut Robertus belum termasuk korban banjir di dusun Kopiang. “Kalau yang diungsikan di keluarganya masing-masing sih banyak belum kita inventarisir, tetapi yang sudah kita ungsikan ke kantor desa itu ada tiga kepala keluarga, kemudian ada dua lagi warga yang kita bawa ke Puskesmas karena juga sakit mereka,” ungkap Robertus Harianto.

Foto: Rumah warga tergenang banjir.

Sementara untuk bantuan bagi korban Banjir dari Pemerintah Kabupaten Landak, Menurut Robertus Harianto pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak untuk mendapatkan bantuan perahu karet dan bahan makanan. “Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD dan sebentar lagi bantuan akan datang tadi pak Camat juga sudah berkoordinasi berupa perahu karet dan bantuan makanan,” tambah Robertus Harianto.

Selain menggenangi rumah warga, derasnya arus sungai juga hampir merobohkan sebuah rumah yang berada di bantaran sungai Mandor.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Jurnalis ruai.tv di lokasi banjir, ada seorang warga jalan raya Mandor bernama Heru Gunawan (19th) ,tewas akibat tenggelam saat banjir terjadi Sabtu pagi.

Foto: Korban Tewas banjir Desa Mandor.

Selain di Kecamatan Mandor, Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, banjir di Kabupaten Landak juga terjadi di empat Kecamatan lainnya yaitu Ngabang, Air Besar, Kuala Behe, dan Sengah Temila.

Khusus di Kecamatan Ngabang, meski debit air terus meningkat Sabtu pagi namun belum ada warga yang dievakuasi. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Landak, Banda Kolaga pihaknya telah menurunkan sejumlah personel di sejumlah titik banjir untuk mengevakuasi korban. Ia juga mengimbau kepada warga yang bermukim di bantaran sungai untuk waspada banjir terlebih curah hujan di wilayah perhuluan masih tinggi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.