268 Keluarga Korban Banjir di Mandor

LANDAK – Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 268 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban terdampak banjir di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Sabtu (9/6/19). Korban banjir tersebut tersebar di tiga dusun yaitu Dusun Mandor 250 KK dan menjadi korban terdampak terbanyak, kemudian Dusun Kopiang 13 KK, dan Dusun Liansipi 5 KK.

Selain itu, Banjir di Kecamatan Mandor juga menewaskan satu orang warga atas nama Heru Gunawan (19) warga RW 03/ RW 02 Kecamatan Mandor. Korban tenggelam sekitar pukul 10.00 Wib Sabtu pagi, dan berhasil dievakuasi oleh warga setempat dari dalam sungai. Meski sudah berupaya diselamatkan, termasuk oleh petugas medis namun nyawa Heru tidak bisa diselematkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh tim liputan ruai.tv dari masyarakat, korban tenggelam karena terpeleset saat bersih-bersih rumah, dan kebetulan rumah korban berada di dekat sungai yang menjadi titik banjir paling dalam.

Sementara itu, dihubungi via pesan singkat Whatsapp, Kepala BPBD Provinsi Kalbar, TTA Nyarong mengaku sudah memerintahkan kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalbar untuk berangkat ke Mandor.

Foto: Suasana jalan kopiang setelah banjir.

Berdasarkan pantauan pukul 17.00 Wib Sabtu sore, banjir di Desa Mandor mulai berangsur surut, salah satunya seperti tampak di kawasan Pasar Lintang Mandor, jalan Kopiang, dan jalan Makam Juang. Sementara yang masih tergenang banjir yaitu di gang Selebong, dan rumah warga di tepian jembatan, karena dekat dengan sungai.

Foto: Jalan Makam juang setelah banjir surut.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, dipicu meluapnya sungai Mandor dan air dari makam Juang Mandor akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak siang hingga Jumat malam (8/6/19). (Red)