Korban Aksi 22 Mei Tertembak di Perut, Meninggal Dunia

PONTIANAK – Riyan Saputra, seorang remaja berusia 15 tahun yang sempat dirawat intensif di RSUD Dokter Soedarso Pontianak, harus menghembuskan nafas terakhir akibat kekurangan darah, karna mengalami luka dibagian perut sebelah kiri, pasca aksi sekelompok massa pada 22 Mei 2019 lalu di kawasan kecamatan Pontianak Timur, Jumat (24/5) pagi.

Jenazah Riyan Saputra korban aksi 22 Mei dimakamkan tak jauh dari kediamannya yang terletak di Jalan Tanjung Harapan, Gang M Taufik, Kelurahan Banjar Serasan, kecamatan Pontianak Timur. Sebelum meninggal dunia, Riyan Saputra sedang mengenyam pendidikan di SMK Negeri 7 Pontianak dan masih duduk di kelas satu, jurusan teknik sepeda motor.

Juliansyah ayah korban menjelaskan, jika tidak ada firasat apapun sebelum kepergian Riyan. Pada Rabu malam Riyan (alm) sempat izin akan pergi keluar dan melihat aksi 22 Mei tersebut kepada sang ayah, namun ketika di kawasan Polsek Pontianak Timur, Riyan harus mendapat luka tembak di bagian perut. pihak keluarga pun sudah mengiklaskan kepergian anak keduanya tersebut.

Terkait kematian korban pihak keluarga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan keluarga besar lainnya untuk menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.

Sementara itu, Sultan Pontianak ke-IX, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya Riyan Saputra atas kejadian yang menimpa korban saat aksi 22 Mei lalu.

Terkait meninggalnya Remaja 15 tahun tersebut, Sultan Pontianak menyerahkan semua proses kepada pihak yang berwenang dan pihak keluarga. Selain itu Sultan Pontianak berharap, kepada seluruh warga Kota Pontianak khususnya Kecamatan Pontianak Timur untuk tetap tenang, sabar dan selalu menjaga kedamaian di Kota Pontianak. (Red).