Dikala Hujan Sungai Belitang Keruh Tak Bisa Digunakan

SEKADAU – Warga Balai Sepuak, kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, mengeluhkan kondisi air sungai Belitang tercemar jika musim hujan seperti saat ini.

Hal ini diduga karena terjadi pengundulan hutan diperhuluan sungai akibat dari adanya perusahaan perkebunan sawit yang berinvestasi di daerah tersebut, sehingga jika musim hujan sungai Belitang sangat mudah tercemar bahkan tidak bisa dikosumsi.

Jika sungai Belitang tersebut tercemar, warga terpaksa menggunakan air tadahan hujan dan sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi serta keperluann lainnya.

“Jadi warga yang biasanya memanfaatkan air sungai Belitang beralih ke air hujan.

sebagian besar warga yang tinggal di pesisiran sungai Belitang masih banyak yang memanfaatkan aliran air sungai Belitang tersebut,” tutur warga Sepuak Adhe Hendri.

Selain digunakan untuk kebutuhan dasar setiap hari, sungai Belitang ini juga sebagai tempat BAB (buang air besar) oleh warga, disaat tercemar seperti ini air bewarna kecoklatan dan persis seperti lumpur sehingga hanya sedikit warga yang memanfaatkan air tersebut.

Warga berharap kondisi ini tidak berkepanjangan, terlebih kondisi seperti ini hampir terjadi setiap musim penghujan.

“Semoga kondisi seperti ini tidak berkepanjangan dan ketika hujan air Belitang tidak begitu lama keruhnya serta segera jernih kembali dan warga bisa memanfaatkan air sungai Belitang,” harap Adhe Hendri. (Red).