Hijrah Melalui Hapus Tato

PONTIANAK – Sebanyak 300 peserta dari berbagai kalangan di Kota Pontianak mengikuti program hapus tato gratis. Program yang baru pertama kali di Pontianak ini merupakan kerja sama tim Berani Hijrah Lebih Baik, Rumah Zakat, Sayang Pontianak, dan Rumah Sakit Untan, yang dilangsungkan selama dua hari.

Selain keterbatasan alat, kekurangan tenaga medis juga menjadi kendala. Hanya 40 peserta terpilih, terdiri dari 30 laki-laki dan 10 perempuan, yang kebagian jatah. Sisanya masuk daftar tunggu untuk program selanjutnya.

Ada beragam alasan orang ingin bertato. Ada banyak pula alasan orang menghapus tato. Satu di antaranya, ingin menjadi lebih baik dan kembali ke jalah Allah atau hijrah. Demikian yang dirasakan salah satu peserta yang tak mau disebutkan namanya, Sabtu (13/4) kemarin. Wanita berkaca mata itu ingin mengapus tato yang dibuatnya sejak ia duduk di bangku SMA lalu. Hal yang sama juga dilakukan Maulud. Semangatnya menghapus tato sejalan dengan semangatnya menghafalkan QS Ar Rahman yang menjadi salah satu syarat utama mengikuti program ini.

Satu kali treatment penghilangan tato di sebuah klinik kecantikan paling sedikit membutuhkan biaya 1,5 juta rupiah untuk tato ukuran 8 – 10 centimeter (cm) atau senilai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu untuk sekali tembakan. Setidaknya harus melakukan treatment 10 kali bahkan lebih. Bergantung luasnya tato di tubuh. Dana yang tidak sedikit harus dikeluarkan. Tato bertinta hitam lebih cepat memudar dibanding tato bewarna.

Hadirnya komunitas Berani Hijrah Lebih Baik ini, membantu mereka yang ingin berhijrah kembali pada agama Allah, dengan hanya menyetorkan hapalan QS Ar Rahman sebagai pengganti bayarannya.

Wankie, dari tim Berani Hijrah Lebih Baik mengatakan, program penghapusan tato ini juga dipengaruhi oleh kencangnya citra buruk anak punk di mata masyarakat. Meski mereka sudah bertaubat, tato yang menempel masih menimbulkan stigma negatif. Bahkan ada yang bereksperimen coba menghapus pakai bubuk PK, silet, sampai soda api, supaya bisa menghapus tato-tato di tubuh mereka.

“Kadang mereka sudah hijrah, tapi masih ada perasaan risih karena masih ada tato ditubuhnya,” tuturnya.

Menghapus tato tidaklah bisa dilakukan secara instan. Ada tahapan yang harus dilalui peserta. Langkah utama melewati pemeriksaan medis. Peserta tidak memiliki riwayat HIV/AIDS, hepatitis C, juga diabetes, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Sebelum dilakukan tindakan laser, peserta dianastesi berupa pemberian alkohol atau bius lokal di area tato. Tunggu 30 hingga 45 menit baru bisa ditembak dengan laser. “Hapus tato ini tidak sekali langsung hilang. Setelah itu baru ikut lagi treatment berikutnya, sembari menambahkan hapalan QS Ar Rahman yang mereka cicil,” jelasnya.

Wankie mengatakan, sudah lebih dari 3 ribu orang yang mereka tangani dari 15 wilayah di Indonesia yang disinggahi. Uniknya, banyak yang bersemangat menghapal QS Ar Rahman meski belum pandai membaca Alquran.

“Jangan heran ada komunitas tato yang hafal Alquran. Itu pasti dari Berani Hijrah Lebih Baik. Maka di Jakarta kami bikin program tahsin,” ungkapnya.

Tantangan dari kegiatan ini, kurangnya alat penghapus tato yang digunakan. Pihaknya pun berharap program ini dapat mengetuk hati donatur untuk menginvestasikan amalnya membeli mesin hapus tato.

“Dari 1.438 titik yang saya tembak ini, tentu ada satu tembakan yang menjadi saksi kebaikan para donatur yang membantu membeli mesin ini,” ucapnya.

Asrul, branch Manager Rumah Zakat Pontianak mengatakan alat yang digunakan ini adalah alat yang dibeli dari kumpulan donasi sebesar Rp22,200 ribu atau dari 202 kupon senilai masing-masing Rp100 ribu rupiah.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi kegiatan inspiratif yang diinisiasi komunitas sebagai bentuk hijrah untuk menjadi lebih baik dengan menghapus tato. Sebagai bentuk dukungan, pihaknya juga ikut membantu pembelian mesin penghapus tato portabel.

“Karena alatnya terbatas, otomatis peserta harus antri dan bersabar,” ungkap Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Abusamah, panitia Hapus Tato Gratis dari Gerakan Sayang Pontianak menjelaskan, tujuan digelarnya hapus tato gratis ini untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin hijrah, untuk berubah menjadi lebih baik dan agar lebih tenang dalam beribadah. (Red).