DPRD Nilai Perusahaan Tak Serius Tangani Jalan Rusak di Belitang

SEKADAU – Hingga kini kerusakan jalan dari dan menuju kecamatan Belitang Hulu, kabupaten Sekadau masih kerap di keluhkan oleh pengguna jalan.

Salah titik jalan rusak yang dikeluhkan warga beberapa hari terakhir yakni di SP 5 Muntek, Ansar Batu, desa Menua Prama, dimana dititik ruas jalan ini terdapat kubangan lumpur dan genangan air yang cukup parah sehingga kendaraan tak ada pilihan lain untuk melintasi jalan ini.

Menanggapi kerusakan jalan dari dan menuju Belitang Hulu, Anggota DPRD kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan mengatakan, kerusakan jalan di wilayah Belitang yang terbagi menjadi Tiga Belitang, yakni Belitang Hilir, Nanga Belitang dan Belitang Hulu ini memang diperparah karna musim hujan. Meski demikian menurut Yodi, DPRD, Pemkab Sekadau dan pihak perusahaan yang beroperasi di Tiga Belitang tersebut sudah memiliki kesepakatan melalui Memorandum Of Understanding (MoU) untuk menangani kerusakan itu khususnya jalan Pemda (pemerintah daerah) bukan jalan perusahaan.

Yodi menilai yang melewati jalan tersebut banyak aktivitas perusahaan, sehingga beban berat aktivitas perusahaan yang membawa CPO, TBS dan lain-lain inilah yang membuat jalan semakin parah.

MoU yang sudah dilakukan antara pemerintah dengan pihak perusahaan beberapa waktu menurut Yodi, juga disaksikan oleh Kapolres, Bupati, Wakil Bupati serta perwakilan setiap perusahaan yang ada di wilayah Belitang, untuk menangani keruskan jalan, namun saat ini penanganan oleh perusahaan dinilai belum serius, sehingga jalan bagus hanya sementara karena kerusakan hanya ditimbun menggunakan tanah biasa, sehingga jika terkena hujan jalan akan kembali rusak.

“Kalau saya lihat sampai saat ini penanganan dari pihak perusahaan belum serius, sebagai contoh misalnya, ruas jalan dari SP 2 Sampai ke Kumpang Ilong sampai ke Balai Sepuak itu banyak titik-titik yang memang parah dan memang sudah dikerjakan tapi, dia dikerjakan hanya pakai tanah biasa,” jelas Yodi kepala ruai.tv, Jumat, (8/3).

Yodi menambahkan seharusnya penimbunan jalan rusak tersebut menggunakan pasir atau batu bahkan di cor, sehingga dapat bertahan lama dan tidak hancur kembali seperti yang saat ini terjadi. Ia berharap agar pihak perusahaan serius menangani jalan rusak tersebut jangan hanya ditimbun menggunakan tanah saja.

“Memang kalau musim panas, musim kering dia bagus jalan itu ada debunya, tapi musim hujan dia jadi lumpur. Jadi saya berharap juga kepada pihak pemerintah kabupaten Sekadau khususnya dinas PU dan dari pihak terkait yang ada menandatangani MoU tersebut, supaya diawasi kinerja perusahaan ini,” tegas politisi muda asal daerah pemilihan tiga Sekadau ini. (Red).