Banjir Landa Nanga Mahap, Nanga Taman dan Rawak

SEKADAU -Banjir yang melanda beberapa daerah di kecamatan Nanga Mahap, kabupaten Sekadau semkin tinggi, Jumat sore, (1/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan data BPBD kabupaten Sekadau, ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter, menggenangi desa Nanga Mahap, meski belum diketahui pasti jumlah rumah yang terdampak karena masih dalam proses pendataan.

Untuk data banjir sementara di desa Nanga Mahap, terdapat 2 rumah ibadah tergenang, dan 2 bangunan sekolah, sementara sebagian warga terdampak banjir harus mengungsi ke rumah warga di dataran tinggi, sementara satu warga bernama Triyono (42) di evakuasi ke rumah warga lainnya.

Selain menggenangi desa Nanga Mahap, banjir di kecamatan Nanga Mahap ini juga mengenangi desa Lembah Beringin, dusun Tanjung Melati, desa Batu Pahat, dan sebagai desa Nanga Suri, dan Landau Kumpai.

Sementara untuk di kecamatan Nanga Taman, banjir mengenangi rumah warga sebanyak 43 kepala keluarga, dengan ketinggian air mencapai 1 meter, dan luas wilayah yang terkena banjir 2,5 hektare, untuk memantau kondisi banjir BPBD Sekadau menurunkan dua orang petugas yakni Bambang Ermanto dan Onki Alvintontius.

Untuk di Nanga Taman, selain mengenangi pusat kecamatan Nanga Taman, air juga mengenangi dusun Kiungkang dengan jumlah rumah terdampak sebanjak 41 kepala keluarga, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Di Nanga Taman ini banjir juga mengenangi sebagian rumah warga di desa Nanga Koman dan desa Nanga Mongko, namun belum ada warga yang mengungsi.

Selain itu banjir juga mengenangi kecamatan Sekadau Hulu, yakni di desa Rawak Hilir sehingga akses jalan menuju kampung Jabai terputus tidak bisa dilewati.

“Jalan menuju jabai putus dan lumpuh total, dengan ketingggian banjir mencapai 1,5 meter kata warga Jabai, Hariyanto kepada ruai.tv, Jumat sore (1/3).

Saat ini petugas BPBD Kabupaten Sekadau, Tim Reaksi Cepat, Tagana, dan pihak terkais terus mendata dan melakukan monitor terhadap perkembangan bair di tiga wilayah ini. Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan dataran rendah diimbau untuk selalu waspada. (Red).