Kepala BNPB: Kerugian Akibat Karhutla Lebih Besar Dari Tsunami

PONTIANAK – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI), Letjen (TNI) Doni Monardo mengatakan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sangat merugikan Negara yang cukup besar.

Doni menyampaikan bila dibandingkan dengan Tsunami Aceh. Karhutla masih tinggi merugikan. Bila pada saat Tsunami Aceh kerugian negara hanya Rp120 triliun, maka Karhutla mencapai angka Rp200 triliun.

“Membandingkan kebakaran tahun 2015 dengan tsunami di Aceh perbandingan 1:2. Karhutla tahun 2015 yang lalu itu kerugian tercatat sekitar Rp221 triliun. Kerugiannya, luar biasa besarnya,” ungkap Letjen (TNI) Doni Monardo saat diwawancarai awak media, di Pontianak, Jumat (15/2).

Oleh karena kerugian yang sangat besar. Maka upaya pencegahan harus lebih di kedepankan, karena akan menghemat uang negara, dari pada harus melakukan penangganan.

Menurutnya, pencegahan Karhutla merupakan langkah strategis yang paling efektif dan efesien untuk mengatasi bencana asap yang setiap tahunnya terjadi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menetapkan status siaga darurat, sebelum puncak musim kemarau tiba.

“Dari BMKG sudah memberikan sebuah data. Pada bulan April sudah mulai mendekati musim kemarau. Sehingga status darurat sudah ditetapkan gubernur jauh sebelum puncak kemarau tiba, ketika sudah ada status itu menjadi kewajiban BNPB untuk memberikan dukungan untuk mengalokasikan anggaran kesiapan pencegahan,” jelasnya.

Letjen (TNI) Doni Monardo menegaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan meminta pihak Kepolisian untuk menindak tegas pembakar hutan dan lahan, bahkan pencabutan izin terhadap korporasi yang terbukti menyebabkan karhutla ini. (Red).