Sejumlah Polres Dapat Bendera Tengkorak Dari Kapolda Kalbar

PONTIANAK – Polda Kalimantan Barat kembali menggelar rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Bulanan di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar. Selain Pejabat Polda dan Kapolres jajaran, kali ini Anev Kinerja juga diikuti oleh pejabat Polres jajaran melalui Video Converence, Senin, (14/01).

“Ini dikuti oleh seluruh teman-teman kita yang di Polres-Polres melalui video conference. Tentunya ini menjadi suatu terobosan, apa yang kita sampaikan nantinya akan dimonitor sama teman-teman yang Polres dan Polresta,” ujar Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat membuka Anev Kinerja.

Dalam pembukaan Anev Kinerja ini, Kapolda mengatakan, di tahun 2018 kemarin Polda Kalbar sudah melakukan berbagai macam kegiatan, mulai dari kegiatan yang bersifat oprasional hingga keegiatan-kegiatan yang bersifat pembinaan.

“Beberapa kegiatan oprasional yang sudah kita lakukan selama tahun 2018 kemarin, hampir seluruhnya kita mendapat apresiasi baik oleh pusat dalam hal ini adalah Mabes Polri maupun oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Seperti sebelum-sebelumnya, Anev Kinerja ini juga merupakan momen penyerahan bendera berlambang jempol dan tengkorak. Dimana bendera panji tengkorak melambangkan lemahnya kinerja dan bendera panji jempol melambangkan prestasi.

Irwasda Polda Kalbar, Kombes Pol Andi Musa menjelaskan, Anev Kinerja bertujuan sebagai pengawasan dan kontrol, rapat Anev Kinerja ini juga bertujuan untuk membandingkan hasil kinerja bulan November 2018 dan Desember 2018.

5 kategori yang dibahas dalam Anev bulanan ini yaitu Kemampuan Mengelola dan Mengendalikan Harkamtibmas, Penyelesaian Perkara, Zero Pelanggaran Personel, Realisasi Anggaran terhadap Belanja Modal dan Belanja Barang, dan Pengungkapan Kasus Zero Ilegal

Hasil penilaian anev untuk kategori Kemampuan Mengelola dan Mengendalikan Harkamtibmas, bendera jempol sebagai prestasi, diberikan kepada Polres Melawi, karena berhasil menurunkan trend Harkamtibmas dari 7 kasus menjadi 0 kasus.

Sedangkan bendera tengkorak untuk kategori ini, diberikan kepada Polres Singkawang, karena kasus harkamtibmas diwilayahnya meningkat sebanyak 12 kasus. November 2018 ada 11 kasus, Desember 2018 naik menjadi 23 kasus.

Kemudian bendera jempol untuk kategori Kemampuan Penyelesaian Perkara Lengkap Dilanjutkan dengan Tahap 2, diberikan kepada Dit Pol Air Polda Kalbar, karena berhasil menaikkan penyelesaian perkara sebanyak 3 kasus berbanding November 2018.

Sedangkan Polres Sekadau terpaksa harus menempati rangking urutan terakhir karena penyelesaian perkara menurun sebanyak 8 kasus berbanding bulan November 2018. Untuk itu, Polres Sekadau diberikan bendera tengkorak.

Selanjutnya, karena memiliki jumlah laporan polisi (LP) mengenai pelanggaran anggota terbanyak, yakni sebanyak 3 laporan polisi, bendera tengkorak untuk kategori Zero Pelanggaran Personel / PNS Polri bulan ini masih menjadi milik Polres Landak.

Untuk Realisasi Anggaran Bulan Desember 2018 terhadap Belanja Modal dan Belanja Barang, bendera jempol diberikan kepada Bid Propam Polda Kalbar, sedangkan bendera tengkoraknya diberikan kepada Sat Brimob Polda Kalbar.

Dan terakhir Pengungkapan Kasus Zero Ilegal, penghargaan bendera jempol diberikan kepada Polresta Pontianak karena berhasil mengungkap sebanyak 17 kasus yang terdiri dari 2 kasus judi, 1 Ilegal Loging, 1 BBM Ilegal dan 13 kasus narkoba.

Diakhir rapat anev kinerja, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan beberapa penekanan untuk peserta Anev Kinerja. Yang pertama anggaran. Irjen Pol Didi menerangkan, perbandingan anggaran Polda Kalbar di tahun 2019 dengan di tahun 2018 selisih 5 miliyar.

“Yang pertama mengangkut anggaran, anggaran kita sudah besar untuk 2019. Walaupun dibandingkan dengan 2018 nilainya selisih 5 miliyar. Di 2018 1,174 triliyun di 2019 1,169 triliyun. Tapi kalau kita lihat dari segi kualitas, itu meningkat,” ucap Kapolda Kalbar.

Dalam hal ini, Didi Haryono menerangkan bahwa di Polda Kalbar sendiri ada 36 satker, didalamnya ada 13 satwil bahkan didalamnya lagi ada 155 polsek. Oleh karena itu Jenderal Berbintang dua ini menekankan agar gunakan angaran sesuai dengan peruntukkannya.

“Ini tentunya disikapi dengan komitmen kita semua agar anggaran diperuntukkan sesuai dengan peruntukannya. Jangan di bijak-bijakin lagi. Sudah semua diatur. Dan itu semua sesuai dengan usulan dan rencana peruntukan kita,” jelas Kapolda Kalbar.

Selanjutnya dalam penekanan kedua Irjen Pol Didi Haryono meminta agar para bawahannya untuk tetap menjaga komitmen dan selalu konsisten dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang telah diraih di tahun 2018.

“Tahun 2018 adalah tahun kita, tahun Polda Kalbar Berkibar. Tentunya berangkat dari 2018, 2019 sudah pasti bisa. Banyak hal-hal yang sudah kita torehkan di tahun 2018. Berdasarkan pengalaman di tahun 2018 tentunya di tahun 2019 lebih berkibar dan semakin berkibar,” sambungnya

Irjen Pol Didi menambahkan, ada empat jenis kejahatan yang perlu dipahami yaitu kejahatan konvensional, transnasional crime, kejahatan yang berimplikasi kotinjensi dan kejahatan yang merugikan kekayaan negara.

“Empat jenis kejahatan ini harus benar-benar dapat kita kelola sehingga warga masyarakat dan stakeholder diwilayah kita ini benar-benar terayomi dan benar-benar terlindungi,” tegas Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono. (Red).