Pembangunan SMAN 2 Belitang Hulu Mangkrak, Warga Ngadu ke DPRD Kalbar

PONTIANAK – Sebanyak 7 (tujuh) orang yang merupakan perwakilan warga Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalbar, Selasa (8/1/2019).

Kedatangan rombongan yang dikoordinir oleh Januar Digdo Soera yang merupakan pemuda Sekadau ini mengadukan sekaligus menanyakan kejelasan mengenai pembangunan SMA Negeri 2 Belitang Hulu tepatnya di Desa Terduk Dampak yang diduga mangkrak sejak tiga tahun lalu.

Rombongan inipun disambut langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Sekadau-Sanggau, dari Fraksi Gerindra, Hendri Makaluas.

“Jadi sekolah ini dibangun sejak tahun 2016 silam, namun sampai saat ini belum diselesaikan. Kita yang mewakili masyarakat Desa Terduk Dampak juga tidak tahu apa alasannya. Untuk itulah kami datang mempertanyakan kepada wakil kami di DPRD Provinsi ini,” ujarnya saat audiensi bersama di ruang Komisi V DPRD Kalbar.

Januar juga mengungkapkan bahwa SMA Negeri 2 Belitang Hulu itu sudah memiliki sekitar 60 siswa.

“Jadi adek-adek kita ini terpaksa menumpang di SMP Negeri 6. Jadi mereka masuk siang hari,” ungkapnya.U

Untuk itu ia berharap selaku perwakilan masyarakat Desa Terduk Dampak yang sangat menginginkan pembangunan SMA Negeri 2 Belitang Hulu dapat diselesaikan dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Jadi pada intinya kedatangan kami ini mewakili masyarakat Desa Terduk Dampak ingin pembangunan SMA Negeri 2 tersebut dapat selesai dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Tentunya dengan selesainya pembangunan SMA ini, SDM masyarakat kami disana juga meningkat,” Ungkapnya.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Sekadau-Sanggau, dari Fraksi Gerindra, Hendri Makaluas menjelaskan bahwa mangkraknya pembangunan SMA Negeri 2 Belitang Hulu, Sekadau lantaran masih terdapat kendala.

“Sekolah ini dibangun sejak 2016, namun pembangunannya belum selesai. Saya mengira ini merupakan kewenangan provinsi. Namun, setelah saya koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi ternyata sekolah yang masih ada kendala, apakah itu kendala hukum atau sebagainya tidak bisa diserahkan ke provinsi,” ujar Hendri.

Ia juga menyayangkan pembangunan dengan dana yang diketahui bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) pusat sebesar Rp2,4 miliar itu tak terselesaikan. Semestinya, kata dia, saat ini sudah dapat digunakan.

“Ya tentu kita menyayangkan dengan dana sebesar Rp2,4 miliar itu semestinya sudah selesai terbangun dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Ia berharap agar perwakilan warga tersebut segera melakukan koordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sekadau terutama ke DPRD Sekadau untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan tersebut.

“Jadi statusnya masih milik Kabupaten Sekadau, belum dapat diserahkan ke provinsi. Tapi tentunya saya sebagai wakil dari masyarakat Sekadau, tetap akan koordinasi, memperhatikan dan memonitor agar pembangunan sekolah ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

“Kita berharap sekolah ini dibangun hingga selesai, sehingga dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, karena gedung sudah ada, janganlah sampai dengan dana yang sudah digelontorkan itu menjadi percuma, jadi harus diselesaikan. Kasihan adik-adik siswa kita, ini yang tadinya berharap dapat sekolah disana, akhirnya harus menumpang di gedung SMP setempat,” sambungnya.

Menurutnya progres pembangunan sekolah tersebut berdasarkan foto-foto yang ditunjukkan oleh perwakilan warga itu sudah sekitar 80 persen.

“Jadi tidak banyak lagi. Saya berharap supaya diselesaikan oleh pemborong agar bisa digunakan. Kalau tidak, bisa menjadi temuan. Dengan dana 2,4 miliar itu, bisalah diselesaikan,” tegasnya.

Hendri Makaluas juga menyatakan bahwa pihaknya belum dapat membentuk panitia khusus untuk mengusut mangkraknya pembangunan sekolah ini lantaran masih merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.

“Kita belum bisa bentuk pansus karena masih kewenangan kabupaten, jadi kita serahkan ke Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk segera diselesaikan,” pintanya.

Sebelumnya Gubernur Kalbar Sutarmidji juga berencana akan menurunkan tim khusus untuk mengecek pembangunan SMAN 2 Belitang Hulu yang diguga mangkrak tersebut, namun hingga kini bangunan tersebut belum disentuh sama sekali. (Red).