Berjuang Mati-Matian Untuk Kubu Raya, Peraih Medali Emas Dihargai Rp 3,5 Juta

KUBU RAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya membagikan bonus kepada ratusan atlet yang meraih prestasi pada Porprov XII Kalbar 2018, Kamis (27/12/2018) sore di Sekretariat KONI Kab. Kubu Raya. Bonus berupa uang tunai yang mencapai angka Rp251 juta ini diserahkan kepada para atlet yang telah berjasa bagi kontingen Kubu Raya dalam meraih 29 medali emas, 53 medali perak dan 84 medali perunggu pada even olahraga empat tahunan tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut. Namun bonus tersbeut tidaklah membuat semua atlet berbangga, karena hasil yang di dapatkan tidak sesuai dengan harapan.

Adalah Hairani Cintya, Atlet Judo asal kabupaten Kubu Raya, peraih medali perak pada Porprov Kalbar XII beberapa waktu yang lalu, menyampaikan kekesalanya terhadap KONI dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kepada awak Media, Minggu (30/12/2018).

Betapa tidak Hariani atlet Kubu Raya yang meraih medali pada ajang Porprov Kalbar 2018 lalu, merasa benar-benar tidak dihargai oleh Pemerintah Kabupaten dan KONI Kubu Raya, pasalnya bonus yang diberikan KONI kepada atlet yang berperstasi sangat minim dan jauh berbeda dengan Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Kalimantan Barat.

“Kami sangat kesal dan kecewa, usaha kami selama ini tidak dihargai. Bukan kami tidak mensyukuri, tapi bonus yang kami terima benar-benar tidak sesuai dengan usaha yang kami lakukan selama ini. Kami membawa nama kabupaten, jika kami kalah kami juga malu,” ujar Hariani Cintya.

Hariani mengatakan, bonus yang diterima atlet Kubu Raya yang meraih medali pada Porprov kali ini,terbilang sangat kecil, yakni Medali Emas mendapatkan Rp3,5 juta, Medali Perak Rp1,250 Ribu, dan Medali Perunggu Rp600 ribu jauh menurun dari Tahun-tahun sebelumnya.

“Bonus itu sangat jauh berbeda dengan daerah lain. Hampir semua kabupaten/kota di Kalbar memberikan bonus, Emas Rp 10 juta, Perak Rp 5 juta, dan Perunggu Rp 2 juta, bahkan ada yang lebih dari itu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Atlet Judo peraih Emas pada Porprov Kalbar 2018 Kamarullah, bonus yang ia terima sangat jauh dari harapan, terlebih ketika latihan hingga TC ia tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab maupun KONI Kubu Raya.

Selama Training Center (TC) atlet Kubu Raya tidak perhatian sama sekali, bahkan atlet harus mengeluarkan biaya sendiri untuk kebutuhan TC.

Ia memaparkan, bonus yang diberikan Pemkab Kubu Raya terhadap atlet peraih medali pada Porvrov 2018 ini, sangat jauh berbeda dengan Porprov 2010 lalu. Padahal ketika itu Kubu Raya, baru pertama kali mengikuti ajang Porprov Kalbar. Pada waktu itu bonus yang diberikan untuk atlet yang berprestasi, yakni peraih medali emas mendapatkan Rp 7,5 juta, perak mendapatkan Rp 5 juta dan perunggu mendapatkan Rp 2,5 juta.

“Sekarang bukan semakin bertambah, justru semakin anjlok. Kami mati-matian latihan dan bertanding, tapi tidak dihargai, bahkan penyerahanya Bonus Kepada Atlet berprestasipun dilaksanakan alakadarnya,” tuturnya.

Atlet Judo peraih Emas pada Porprov Kalbar 2018, Kamarullah mengatakan, bonus yang ia terima sangat jauh dari harapan, terlebih ketika latihan hingga TC ia tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab maupun KONI Kubu Raya.

“Selama ini, dari kami latihan, TC hingga bertanding tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab, kami menggunakan uang pribadi. Kami bukan tidak mensyukuri, tapi jerih payah kami memang tidak dihargai,” ujarnya kesal. (Red).