RSUD Sekadau Tak Layani Pasien BPJS, Hoaks

SEKADAU – Isu tak sedap menerpa RSUD Sekadau. Rumah sakit berplat gincu itu diisukan tidak lagi melayani pasien rujukan BPJS Kesehatan. Pesan menyebar di WhatsApp (WA) itu langsung dibantah Direktur RSUD Sekadau, Henri Alpius.

“Ndak benar itu. Kami tetap melayani pasien rujukan BPJS,” tegas Henri saat dikonfirmasi Rakyat Kalbar via selular tadi malam, Rabu (12/12).

Dalam postingan yang beredar, tertulis kata-kata ‘Mulai hari ini 12-12-2018 sampai waktu yg tdk ditentukan (sampai dokter spesialis ada). RSUD Sekadau tidak melayani semua pasien BPJS. Bila ada pasien yg minta rujukan sarankan rujukannya ke RSUD Sanggau atw RSUD Sintang, bila di tujukan ke RSUD Sekadau akan dianggap pasien umum. Info ini resmi dari kantor BPJS. Tq’

“Saya sudah konfirmasi ke pihak BPJS, mereka juga tidak ada mengeluarkan kebijakan itu,” tegas Henri.

Henri melanjutkan, hingga sekarang mereka tidak melarang pasien BPJS dirujuk ke RSUD Sekadau. RSUD tetap melayani pasien BPJS rujukan seperti biasa.

Terkait ketiadaan dokter spesialis, Henri memastikan kabar itu tidak benar. “Sekarang dokters spesialis di tempat kita ada,” tambahnya.

Hendri mengakui, dari jumlah 5 dokter spesialis yang ada di RSUD Sekadau, hanya dokter spesialis penyakit dalam yang tidak berada di tempat. “Dokternya sedang izin sebulan,” tukas Henri

Sementara itu Polres Sekadau melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU M Ginting meminta agar warga Sekadau selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah langsung percaya terhadap berita yang beredar di media sosial.

“Kami sampaikan kepada saudara masyarakat Kab Sekadau agar tidak percaya begitu saja terhadap berita yang ada di sosial media tentang berita RSUD Sekadau tidak menerima pasien BPJS. Karena beritanya belum tentu benar atau yang sering kali disebut hoaks,” Pintanya Kamis Malam melalui WA.

Ia menambahkan bahwa saat ini banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memberitakan berita yang tidak benar/hoaks, sehingga warga diimbau agar tetap waspada terhadap informasi yang beredar.

“Kami menghimbau agar masyarakat harus tetap waspada terhadap berita berita yang tidak benar/hoaks, serta mengharapkan kepada Masyarakat untuk selektif dalam setiap menerima Informasi,” timpalnya. (Red).