Sutarmidji Tawarkan Kerjasama Dengan Investor Rusia

PONTIANAK – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menjembatani one on one meeting antara Gubernur dan duta besar sahabat dalam pengembangan investasi di daerah.

Kedepan diharapkan bisa menambah investor dari negara-negara lain untuk menanamkan modal di Tanah Air. “Targetnya kita bisa menjembatani negara-negara sahabat, dimana sebelumnya menemukan beberapa kendala. Maka tujuan one on one kali ini DPD RI ingin membantu seperti Rusia yang ingin investasi kereta api di Kalimantan,” ucap Ketua BKSP DPD RI GKR. Ayu Koes Indriyah saat Regional Diplomatic Meeting 2018 di the Stones Hotel, Bali, Sabtu (8/12).

Dirinya berharap kedepan bisa lebih banyak lagi membantu para investor yang mengalami kendala dalam investasi di daerah-daerah. “Kepala daerah ‘yang hadir’ juga ternyata sangat mengapresiasi pertemuan RDM ini dengan para negara sahabat. Kegiatan ini sekaligus membantu para investor yang selama ini mengalami kendala,” jelas GKR Ayu.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, pihaknya telah menawarkan beberapa kerjasama dengan investor dari Rusia. Menurutnya, Kalbar memiliki SDA (Sumber Daya Alam) sangat besar terutama bauksit.

“Bauksit kita bisa ditambang sampai 100 tahun. Tentunya, tambang bauksit tersebut perlu diimbangi dengan tenaga listrik yang sangat besar,” ujar Sutarmidji usai bertemu dengan Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva.

Sutarmidji menjelaskan, pembangunan pelabuhan Samudera di Kalbar yang sebentar lagi akan rampung. Maka pelabuhannya akan sangat strategis bagi tambang bauksit. Bukan hal yang tidak mungkin nanti bisa menjadi pesaing dengan pelabuhan di Singapura.

“Itu yang kita tawarkan kepada mereka. Belum lagi kereta api trans Kalimantan. Maka dengan adanya pelabuhan Samudera dan trans Kalimantan, sekaligus bisa menjadi perhatian utama,” papar Sutarmidji.

Sementara untuk nilai investasi, Gubernur Kalbar Sutarmidji tidak menjelaskan secara rinci. “Saya tidak membicarakan jumlah investasinya. Namun kita bicara titik pembangunan kereta api,” paparnya.

Selain itu, sebelumnya Rusia juga sudah membagun kerjasama dengan Kementerian Pertanian. Sutarmdji berharap pihaknya akan ikut dalam kerjasama itu. (Red).