Presiden RI Jawab Rendahnya Harga Sawit dan Karet

PONTIANAK – Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara terkait keluhan masyarakat mengenai rendahnya harga Karet dan Sawit selamat ini. Jawaban tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya (26/11).

Dalam status IG nya Presiden mengatakan bahwa Indonesia memiliki lahan sawit seluas 13 Juta Hektare. Produksi dan stoknya melimpah hingga 42 juta ton.

“Produksi dan stoknya melimpah, bisa sampai 42 juta ton. Begitu juga komoditas karet yang jadi andalan Sumatera Selatan,” katanya.

Presiden juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terkait rendahnya harga karet dan sawit ini, hal itu ia sampaikan saat menghadiri sebuah acara di Palembang Kemaren.

“Di Palembang kemaren saya sampaikan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran para petani Sawit dan Karet di Sumsel mengenai rendahnya harga jual Sawit dan Karet beberapa waktu belakangan,” jelas Presiden Joko Widodo.

Presiden RI juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mengupayakan agar hasil produksi kedua komoditas dapat terserap dan sekaligus dapat memperbaiki harga jual.

“Kendati berhadapan dengan kampanye negatif di Uni Eropa, saya secara langsung menawarkan produk Kelapa Sawit Indonesia kepada pimpinan negara lain. Saya minta Tiongkok beli 500.000 ton lebih banyak dari yang sekarang,” terangnya.

Joko Widodo menambahkan bahwa saat ini di dalam negeri sudah ada program B20, penggunaan minyak Sawit 20 persen sebagai campuran Solar.

Untuk menyerap produksi Karet petani, Presiden Joko Widodo juga sudah memerintahkan kepada menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk langsung ataupun melalui koperasi agar membeli getah Karet petani dengan harga yang baik.

“Getah Karet itu dapat digunakan untuk campuran di pekerjakan pengaspalan Jalan,” Tutup Presiden Joko Widodo. (Red).