Antrean Gas Elpiji Semakin Parah

PONTIANAK – Budaya antre akhir-akhir ini terjadi dimana-mana termasuk untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Tidak hanya terjadi dipedalaman Kalbar yang akses transportasinya sulit untuk dijangkau, namun di Kota Pontianak sebagai pusat Kota provinsi Kalimantan Barat juga terjadian antrean yang cukup panjang.

Seperti yang terpantau di Jalan Gusti Situt Mahmud di salah satu SPBU samping mapolsek Pontianak Utara Senin pagi (26/11) sekitar pukul 09.00 wib, antrean cukup panjang, baik ibu-ibu dan bapak-bapak juga ikut mengantre dengan membawa tabung gas 3 kilogram kosong ditangan mereka.

Foto: Antrean masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji di Pontianak Barat

Tidak hanya di Jalan Situt Mahmud, antrean juga terjadi di salah satu pangklaan elpiji di Jalan Budi Utomo Pontianak Utara. Meski dibawah teriknya matahari mereka rela antre ber jam-jam hanya untuk mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Pada hari sebelumnya Sabtu (24/11) juga terjadi antrean masyarakat untuk mendapatkan Gas Elpiji di SPBU Jalan Martadina Pontianak.

Kelangkaan gas elpiji di beberapa daerah di Kalbar ini memang sudah terjadi sejak hampir satu bulan terakhir, akibatnya harga jual gas di konsumen juga melambung tinggi dari Rp30.000 hingga Rp50.000 per tabung.

Foto: Antrean gas di agen pangkalan jl. Budi Utomo.

Hingga kini belum ada tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah maupun Pertamina menyikapi kelangkaan gas elpiji ini, terlebih sebentar lagi menghadapi Hari Raya Natal 25 Desember 2018 dan tahun baru 2019, dimana kebutuhan gas elpiji semakin meningkat ditengah masyarakat terutama bagi yang merayakan Natal.

Akankah antre ini akan menjadi budaya di masyarakat Indonesia khsusnya Kalimantan Barat ini?. (Red).