Elpiji 3 Kilogram Langka, Warga Pakai Kayu Bakar


SINTANG – Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di kecamatan Serawai kabupaten Sintang mengalami kelangkaan, sejak Satu Minggu terakhir.

Kelangkaan ini diduga akibat beberapa wilayah di Kecamatan Serawai dilanda banjir sejak beberapa hari terakhir, sehingga akses untuk memasok gas elpiji dan barang kebutuhan pokok sulit dilakukan.

Kelangkaan ini terjadi hingga Sabtu (17/11). Hal itu terlihat puluhan masyarakat mengantre dengan membawa tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di salah satu agen gas di Kecamatan Serawai.

Salah satu warga Serawai, Elmus mengatakan, kelangkaan ini mengharuskan warga yang biasa menggunakan gas untuk kebutuhan memasak harus menggunakan kayu bakar.

“Sudah jalan 1 minggu ini masyarakat Serawai ngeluh dan udah banyak warga kembali menggunakan kayu bakar untuk kegiatan di dapur,” kata elmus melalui pesan WhatsApp, Sabtu sore (17/11).

Selain dikarenakan banjir, Elmus juga menjelaskan sulitnya gas elpiji di kecamatan Serawai dikarenakan warga tidak diperbolehkan berbelanja ke kabupaten Melawi, hal itu kerena serawai merupakan kecamatan yang terdapat di kabupaten Sintang.

“Penyebabnya warga Serawai tidak boleh berbelanja di kabupaten Melawi, harus ke Sintang, karena serawai masuk kabupaten Sintang,” tambah Elmus.

Selain itu jauhnya jarak dari pusat kota Sintang menuju Serawai yang harus memakan waktu hingga Satu Minggu perjalanan juga menjagi kendala bagi warga memperoleh gas elpiji, terleih saat ini sejumlah akses transportasi lumpuk dikarenakan banjir. Elmus menambakan saat ini harga gas elpiji ukuran 3 kilogram di kecamatan Serawai mencapai 39 hingga 40 ribu rupiah per tabung. (Red).