Ikut Teman Ketemu Pacar, Sigit Tewas di Sungai Melawi

MELAWI – Warga desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara, kabupaten Melawi dihebohkan dengan Seorang Pria bernama Sigit Priyanto (17 tahun), warga Gunung, Kecamatan Belimbing, kabupaten Melawi tenggelam di sungai Melawi, Senin (29/10/2018).

Salah seorang warga, Amin mengatakan, bahwa pada Minggu (28/10) sekitar pukul 21.00 WIB, Sigit Priyanto (korban) bersama rekannya, Pajar, Amin, Ecak, dan Udang berangkat dari desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh menuju desa Tekelak, kecamatan Pinoh Utara dengan menyeberangi sungai Melawi menggunakan perahu tambang mesin 2 PK menuju stegher tempat tambang sampan desa Kompas Raya, Kecamatan Tanah Pinoh Utara, kemudian dilanjutkan berjalan kaki menuju desa Tekelak untuk bertemu pacar temannya Udang bernama Mirna di desa Tekelak.

Awalnya Amin melarang korban untuk ikut karena uang untuk biaya tambang penyeberangan tidak cukup, namun korban tetap bersih keras untuk tetap ikut dan akhirnya mereka pergi bersama setelah pukul 23.00 WIB.

Setelah selesai bertemu pacar temannya bernama Mirna tersebut, korban bersama rekan-rekanya pulang menuju penyeberangan di desa Kompas Raya. Setiba di penyeberangan mereka kekurangan uang untuk membayar perahu tambang, dimana uang yang mereka miliki hanya Rp7000, kemudian ketiga temannya berinisiatif untuk kembali ke rumah pacar Udang (Mirna) untuk meminjam uang kepada orang tua temannya, sementara Sigit (Korban), Amin dan Pajar menunggu di Stegher di tepian Sungai Melawi, Senin, (29/10) sekitar pukul 01.00 WIB, dini hari.

Sambil menunggu Udang mencari pinjaman uang, korban berbicara ngelantur dengan Amin sambil menekan ibu jari tangan kirinya. dan berjalan kebawah menuju sungai sambil mengatakan “Aku harus pulang malam ini berenang pun tidak apa-apa, jika memang tidak sampai ke seberang berarti sungai ini minta tumbal,” katanya.

Setelah itu korban membuka jaketnya dan terjun ke sungai.

Melihat korban terjun kesungai dan terbawa arus kemudian Amin dan Pajar berusaha menolong namun gagal dan korban pun terbawa arus sungai Melawi, lalu Amin dan Pajar meminta pertolongan warga desa Kompas Raya yang rumahnya di sekitar penyeberangan tersebut.

Sementara itu Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu Mulai Sembiring mengatakan, Setelah mendapat laporan, Polsek Nanga Pinoh Bersama keluarga korban dan warga melakukan pencarian dengan menyisir sungai Melawi namun belum mendapatkan hasil.

Pada Selasa (30/10) dilakukan pencarian lagi dengan menggunakan 2 perahu tempel dan 1 buah perahu bandung dengan 30 orang menyisir Sungai Melawi.

Saat pencarian berlangsung salah satu dari tim pencari korban, Ridwan, melihat seperti kayu yang menggambang di Sungai Melawi, kemudian tim dengan perahu bandung menghampiri benda yang diduga kayu tersebut ternyata itu adalah korban tenggelam yang dicari.

Kemudian tim langsung membawa korban menuju ke dermaga SDF Nanga Pinoh dengan cara diikat di samping perahu bandung menggunakan tali tambang.

Korban tengelam ditemukan di Sungai Melawi tidak jauh dari tepi sungai yang berjarak sekira 25 meter dari tepi sungai di daerah sekitaran dusun Liang, desa Tekelak, kecamatan Nanga Pinoh.

“Pada saat ditemukan posisi mayat mengapung di sungai dan tengkurap dengan menggunakan celana Jeans pendek, baju hitam lengan pendek terpasang di badan,” Ungkap kapolsek. (Red).