Usaha Kerajinan Akar Keladi Air Yang Terus Eksis

Anyaman dari akar keladi air saat ini masih bernilai ekonomis cukup tinggi sehingga bisa menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan keluarga.

Seperti apa proses pembuatan anyaman tersebut berikut informasinya.

Adalah Cici Winarsih Warga Desa Mega Timur Kecamatan Suangai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Yang Berprofesi Sebagai Pegrajin Akar Keladi Air.

Menurut perempuan 33 tahun ini ia telah menekuni usaha yang satu ini sejak tiga tahun terakhir belajar dari bibinya.

Cici menuturkan proses pembuatan semua aneka kerajinan tangan akar keladi air diawali dengan Memipihkan Akar Keladi Air Dengan Cara Dipukul Kemudian Dipisahkan Dari Kulitnya Direbus Dan Ditambahkan Pewarna Pakaian Agar Lebih Menarik. Setelah Itu Akar Dikeringkan Dengan Cara Dijemur Kemudian Dianyam Dibersihkan Dan Di Cat.

Untuk memenuhi permintaan para pembeli cici dibantu oleh ibunya sedangkan untuk dalam jumlah banyak ia mempekerjakan warga sekitar.

Sedangkan untuk harga yang ditawarkan bervariasi tergantung dari kerumitan bahan. untuk harga termurah seperti gantungan kunci dijual Rp2000 dan kotak pensil Rp10.000. sementara untuk harga jual tertinggi antara 200 hingga 300 ribu rupiah per buah.

Dari hasil usahanya ini dalam satu bulan cici bisa meraup pendapatan antara 3 sampai 4 juta rupiah.

Menurut cici kelebihan atau keunggulan produk akar keladi air adalah bahannya simpel tidak kedaluarsa tahan bertahun-tahun dan kembali menarik jika dibersihkan.

Selain di kota pontianak menurut cici hasil kerajinannya yang kini sudah mendapatkan bantuan dari Pemkab Kubu Raya Juga Ada Yang Dibawa Ke Malyasia Kupang Dan Provinsi-Provinsi Lainnya Di Tanah Air.

Nah bagaimana pemirsa apakah anda tertarik untuk ikut menekuni usaha yang satu ini.

Ruai tv – 7 Juni 2018