Tradisi Malem Selekoran Suku Madura

Untuk menyambut malam Lailatul Qadar masyarakat suku Madura Kalimantan Barat mengelar tradisi malam Selekoran Lima Juni 2018.

Selain memiliki makna yang Religius tradisi ini juga sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan antar sesama berikut video kiriman jurnalis warga.

Saudara ini adalah video kiriman jurnalis warga Abdul Hamid terkait tradisi malam malam selekoran yang di lakukan oleh masyraakat suku madura Kalimantan Barat setiap menyambut bulan Lailatul Qadar yang di lakukan pada 5 Juni 2018 lalu.

Tradisi malam selekoran Tahun 2018 ini jatuh pada Selasa 5 Juni 2018 diperingati oleh hampir semua masyarakat suku Madura salah satunya di desa Ambawang Kuala Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

Malam selekoran diambil dari kata selekor yang Bermakna Dua Puluh Satu Atau Malam Ke Dua Puluh Satu Pada Penanggalan Hijriyah.

Menurut Ustad Ahmad Fadol salah satu muballig desa ambawang kuala hampir tidak ada orang Madura yang tidak bersedekah di malam selekoran orang yang semestinya mendapat pemberian atau miskin tetap berupaya untuk memberi sedekah makanan kepada para tetangganya.

Malam ke Dua Puluh Satu di bulan Ramadan menjadi malam yang istimewa bagi orang Madura mereka seolah berlomba-lomba mendapatkan malam kemuliaan yakni malam Lailatul Qadar yang jatuh pada 10 terakhir Ramadan dimana di dalam al-quran disebutkan sebagai malam Seribu Bulan.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua Ikatan Keluarga Besar Madura Kalimantan Barat Haji Sukiryanto yang juga menghimbau kepada masyarakat suku Madura agar tradisi malem selekoran sebagai tradisi yang mesti tetap dijaga dan dilestarikan dengan berbagi atau bersedekah makanan ke tetangga masjid ataupun mushola karena selain memiliki makna religius juga mempererat pesaudaraan antar sesama.

Oleh sebab itu pada hari ke 21 bulan Ramadan Ikbm menggelar buka puasa bersama dengan kapolda Kalbar pimpinan ormas serta masyarakat Madura sebagai bentuk Syi’ar untuk peduli terhadap sesama dan wujud rasa syukur masyarakat Madura Kalimantan Barat agar kalbar tetap aman dalam menghadapi pemilihan kepala dearah.

Ruai tv – 7 juni 2018