Gawai Sandung Padi Di Sungai Sepan

oleh -70 views

Masyarakat Adat Iban Sebaruk yang berada di Kampung Sungai Sepan Desa Malenggang Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau melaksanakan gawai sandung padi 14 Arpil 2018 lalu.

Gawai sandung merupakan ucapan syukur atas hasil panen padi dan memohon berkat untuk segala usaha dan perladangan diwaktu yang akan datang. Berikut video kiriman jurnalis warga.

Saudara ini adalah video kiriman jurnalis warga terkait gawai sandung padi yang dilakukan masyarakat Adat Iban Sebaruk yang berada di Kampung Sungai Sepan Desa Malenggang Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, 14 April 2018 lalu.

Sandung merupakan tiang tinggi yang diatasnya terdapat replika burung enggang atau kenyalang yang merupakan sarana berdoa dalam komunitas dayak iban terkhusus iban sebaruk. Burung kenyalang diyakini akan membawa segala doa dan permohonan kepada petara atau tuhan yang maha esa oleh karenanya dalam gawai sandung terdapat ritual “ngumpan kenyalang” atau memberi kenyalang makan.

Pada jaman dahulu ketika masyarakat adat dayak iban masih aktif mengayau dimana dengan mengayau melambangkan kesejatian dan solidaritas orang iban berdoa dan memohon restu kepada sang pencipta sehingga setelah pulang mengayau hasilnya dipersembahkan kepada sang pencipta sebagai wujud persembahan kepala hasil kayau digantung ditiang sandung. Namun saat ini tidak ada lagi tradisi mengayau dan bertransformasi pada syukuran berladang.

Secara umum ritual gawai sandung terdiri dari. Berkat benih atau berkat hasil panen. Berkat alat-alat pertanian. Nipan pedarak atau menghidangkan sesajian. Bedarak yaitu memberi makan roh leluhur dan pelindung dayak iban. Kana basa untuk memanggil roh leluhur dan semua mahluk untuk makan bersama diacara gawai. Mulai ka hantu yaitu memulangkan roh leluhur dan semua mahluk yang diundang dan terakhir. Makan-minum bersama termasuk ritual nyepan yaitu minum tuak yang ditaruh dalam piring tua.

Ritual gawai sandung biasanya diawali dengan penyambutan tamu terutama tamu khusus atau istimewa yang datang dari jauh atau luar ke kampung untuk menghadiri gawai. Penyambutan tamu dilaksanakan sebagai sikap keterbukaan dan penghormatan masyarakat iban terhadap siapa saja yang hadir dalam acara gawai sandung tersebut.

Ada 3 makna dari gawai sandung tersebut yaitu. Spiritualitas yaitu hubungan orang iban dengan sang pencipta dan leluhurnya. Sosial – solidaritas hubungan dengan sesama manusia dan semua mahluk. Bersyukur dan harapan atas segala usaha dan jerih payah baik yang sudah maupun yang akan datang.

Sebagai acara hiburan berbagai seni tradisi ditampilkan dalam acara gawai sandung tersebut, diantaranya bekana, bejandeh, silat tradisional, ngajat dan tarian adat kontemporer.

Gawai sandung sendiri dilakukan setelah seluruh masyarakat selesai panen padi sehingga hasil panen inilah yang dipersembahkan dan dinikmati secara bersama-sama oleh masyarakat dayak.

Ruai tv –24 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.