Masyarakat Angan Tembawang Gelar Ritual Notokng

Masyarakat Dayak Di Desa Angan Tembawang Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak Menggelar Ritual Adat Notokng Dari 10 Hingga 12 Mei Lalu. Salah satu ritual sakral masyarakat dayak ini digelar untuk menghindari segala bentuk bencana sekaligus mengucap sukur atas hasil panen. saudara seperti inilah Ritual Adat Notokng yang digelar masyarakat dayak yang bermukim di Desa Angan Tembawang Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.
Bagi Masyarakat Dayak Di Desa Angan Tembawang Notokng Adalah Ritual Memberi Makan Kepada Tengkorak. Masyarakat dayak angan tembawang meyakini Notokng adalah salah satu ritual sakral untuk menghormati Roh Leluhur atau orang yang dianggap penting dalam masyarakat setempat hingga untuk menghidarkan masyarakat dari bencana. Temenggung Binua Angan Yang Sekaligus Pemimpin Ritual Notokng Laurensius Lamat menjelaskan Notokng terdiri dari beberapa rangkaian ritual dimulai dari Ritual Memandikan Dan Memberi Makan Tengkorak Ngkubang Gerinting Pancalawe Nyeser Hingga Berpantang Selama 24 Jam.
Selain itu dalam pelaksanaannya Notokng juga harus menghadirkan tujuh orang dukun dan dari ketujuh dukun tersebut terdapat satu orang dukun kepala yang berlaku sebagai pemimpin ritual. Laurensius lamat menuturkan ritual ini telah dimulai sejak masyarakat dayak masih menjalankan tradisi mengayau. namun sejak perjanjian Tumbang Anoi dimana masyarakat dayak tidak lagi menjalankan tradisi mengayau tengkorak manusia hasil mengayau dijadikan benda pusaka. dan setiap tahun tepatnya ketika sesudah masa panen padi tengkorak harus diberi makan. Namun Laurensius Lamat Menegaskan Tengkorak yang diritualkan atau dinotokngkan Di Desa Angan Tembawang ini bukanlah hasil dari mengayau melainkan penyerah dirian seorang pedagang atau penajung.
Ruai tv – 15 Mei 2018