Ziarah Ke Makam Aktivis Pendahulu Awali Pekan Pancur Kasih

Gerakan pemeberdayaan Pancur Kasih menggelar Pekan Pancur Kasih Kedua tahun 2018. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para pendiri dan aktivis GPPK sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka sewaktu masih hidup. Sebelum melaksanakan Pekan Pancur Kasih Kedua tahun 2018 di Wisma Tabor Bodok Kabupaten Sanggau dari 24 hingga 29 april 2018 para pimpinan aktivis GPPK dan para peserta terlebih dahulu berziarah ke makam para pendiri dan aktivis GPPK.
Ziarah terlebih dahulu dilakukan di Paguyuban pemakaman katolik Santo Yusup di jalan Adisucipto kilometer 79 sungai raya Kabupaten Kubu Raya senin pagi 24 april 2018 dan dilanjutkan ke pemakaman Santo Yusup Sungai Ambawang. Dalam ziarah ini terlebih dahulu dinyalakan lilin berdoa bersama dan penaburan bunga warna-warni. Ketua konsorsium GPPK John Bamba mengatakan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan aktivis senior yang telah berpulang serta agar kader yang ada saat ini tetap mengingat jasa-jasa para pendahulu karena merekalah GPPK ada hingga saat ini.
Makam pendiri atau aktivis GPPK yang dikunjungi diantaranya makam Aloysius Milon Somak yang tutup usia pada 12 Desember 2014 makam Fransiskus Sujarni Alloy yang tutup usia pada 28 juli 2012 kemudian makam A. Syaikun Riady yang tutup usia pada 13 november 2002 makam Firmus Kaderi yang tutup usia pada 20 mei 2000 makam Oktavianus Kamusi yang tutup usia pada 24 maret 2015 makam Matheus Pilin Belawing yang wafat pada 14 februari2018 dan Yohaes Janting.
Ruai tv – 25 April 2018